Pupuk Subsidi Bantul Baru Terserap 70 Persen, Petani Tunggu Musim Tanam
Serapan pupuk subsidi Bantul baru sekitar 70% hingga September 2026. Penebusan diperkirakan meningkat saat musim tanam akhir tahun.
Panitia Festival Layang-layang Nasional saat menjelaskan kegiatan yang akan diselenggarakan di Pantai Parangkusumo pada akhir pekan nanti, Kamis (13/7/2023) Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan layang-layang berbagai bentuk dipastikan bakal memeriahkan gelaran Festival Layang-layang Nasional di kawasan Pantai Parangkusumo pada akhir pekan nanti Sabtu dan Minggu 15 hingga 16 Juli.
Selain sebagai daya tarik wisata, perhelatan ini bertujuan pula untuk edukasi masyarakat soal arena bermain layangan yang aman.
Ketua Panitia Festival Layang-layang Nasional Widodo Kurniawan menjelaskan, total ada puluhan klub pekarya dan pelayang dari berbagai daerah di Indonesia dan internasional yang nantinya memeriahkan kegiatan itu.
BACA JUGA: Ini Tips Bermain Layang-Layang dengan Aman
Sembilan negara tercatat akan berpartisipasi seperti Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Swiss, Thailand, Singapura, Tiongkok, Korea dan Taiwan.
"Kami mengangkat tema Tradisi Bermain Layang-layang dan memperlombakan lima kategori yaitu layangan tradisional, layangan dua dimensi, layangan tiga dimensi, rokaku challenge, layangan train naga, dan train naga mini," jelasnya, Kamis (13/7/2023).
Panitia sengaja menghadirkan kategori rokaku challenge yang biasanya dikenal sebagai seni olahraga layangan dari Jepang lantaran event ini juga diikuti oleh peserta dari mancanegara. Kategori ini nantinya akan melihat daya tahan layangan para peserta yang diadu dengan cara dibenturkan satu sama lain. Layangan yang jatuh akan dinyatakan kalah.
"Layangan tradisional akan diselenggarakan pada hari Sabtu dan di hari Minggu ada lomba layangan tiga dimensi, train naga dan train naga mini," ujarnya.
Panitia nantinya akan menilai penampilan layangan mulai dari atas dan juga bagian bawah. Pada bagian bawah ada sisi kerapian, komposisi warna, bentuk, dan ukuran yang dinilai. Sementara pada penilaian atas, panitia akan melihat kestabilan terbang dari layang-layang, bentuk tarikan benang dan lain sebagainya.
Event yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pegiat Layang-layang Nusantara (Talikama) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY ini merupakan festival tingkat nasional kedelapan dan tingkat Internasional keempat. Sejumlah kegiatan pra acara pun akan diadakan yang dimulai sejak Kamis 13 Juli.
Ketua Umum Talikama RM Herjuno Sukotjoadi menyebutkan, festival ini juga menyediakan piala bergilir dan uang pembinaan untuk juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 dan 2. Klub peraih nilai tertinggi akan ditetapkan sebagai juara umum dan berhak membawa pulang Piala Raja dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serapan pupuk subsidi Bantul baru sekitar 70% hingga September 2026. Penebusan diperkirakan meningkat saat musim tanam akhir tahun.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Indonesia diproyeksikan mengalami 19.251 kematian tambahan akibat panas terkait super El Niño pada September 2026 hingga Februari 2027.
Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Namun, kasus ISPA di seluruh fasyankes DIY justru turun dalam empat pekan terakhir.