Karang Taruna Goes to School Ajak Siswa SRMA 19 Siapkan Masa Depan
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Panitia Festival Layang-layang Nasional saat menjelaskan kegiatan yang akan diselenggarakan di Pantai Parangkusumo pada akhir pekan nanti, Kamis (13/7/2023) Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan layang-layang berbagai bentuk dipastikan bakal memeriahkan gelaran Festival Layang-layang Nasional di kawasan Pantai Parangkusumo pada akhir pekan nanti Sabtu dan Minggu 15 hingga 16 Juli.
Selain sebagai daya tarik wisata, perhelatan ini bertujuan pula untuk edukasi masyarakat soal arena bermain layangan yang aman.
Ketua Panitia Festival Layang-layang Nasional Widodo Kurniawan menjelaskan, total ada puluhan klub pekarya dan pelayang dari berbagai daerah di Indonesia dan internasional yang nantinya memeriahkan kegiatan itu.
BACA JUGA: Ini Tips Bermain Layang-Layang dengan Aman
Sembilan negara tercatat akan berpartisipasi seperti Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Swiss, Thailand, Singapura, Tiongkok, Korea dan Taiwan.
"Kami mengangkat tema Tradisi Bermain Layang-layang dan memperlombakan lima kategori yaitu layangan tradisional, layangan dua dimensi, layangan tiga dimensi, rokaku challenge, layangan train naga, dan train naga mini," jelasnya, Kamis (13/7/2023).
Panitia sengaja menghadirkan kategori rokaku challenge yang biasanya dikenal sebagai seni olahraga layangan dari Jepang lantaran event ini juga diikuti oleh peserta dari mancanegara. Kategori ini nantinya akan melihat daya tahan layangan para peserta yang diadu dengan cara dibenturkan satu sama lain. Layangan yang jatuh akan dinyatakan kalah.
"Layangan tradisional akan diselenggarakan pada hari Sabtu dan di hari Minggu ada lomba layangan tiga dimensi, train naga dan train naga mini," ujarnya.
Panitia nantinya akan menilai penampilan layangan mulai dari atas dan juga bagian bawah. Pada bagian bawah ada sisi kerapian, komposisi warna, bentuk, dan ukuran yang dinilai. Sementara pada penilaian atas, panitia akan melihat kestabilan terbang dari layang-layang, bentuk tarikan benang dan lain sebagainya.
Event yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pegiat Layang-layang Nusantara (Talikama) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY ini merupakan festival tingkat nasional kedelapan dan tingkat Internasional keempat. Sejumlah kegiatan pra acara pun akan diadakan yang dimulai sejak Kamis 13 Juli.
Ketua Umum Talikama RM Herjuno Sukotjoadi menyebutkan, festival ini juga menyediakan piala bergilir dan uang pembinaan untuk juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 dan 2. Klub peraih nilai tertinggi akan ditetapkan sebagai juara umum dan berhak membawa pulang Piala Raja dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.