Pemodal Illegal Logging di Kalteng Ditangkap Setelah 3 Bulan Buron
Kemenhut menangkap LF alias BG, pemodal illegal logging di Kotawaringin Timur yang diburu selama tiga bulan dan kini ditetapkan sebagai tersangka.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah kapanewon atau kecamatan di Kabupaten Bantul terutama di wilayah perbukitan disebut rawan kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul, warga di wilayah yang rawan kekeringan bakal kesulitan air bersih ketika musim kemarau saat ini.
"Daerah rawan kekeringan di Bantul itu berdasarkan dari tahun ke tahun yang pasti langganan itu di wilayah Kecamatan Dlingo, terutama di daerah perbukitan, ada juga Sedayu, Piyungan yang di daerah atas," kata Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Selasa, (18/7/2023).
Selain karena kondisi geografis, menurut dia, di sebagian wilayah perbukitan tersebut rawan kekeringan karena jauh dari sumber mata air, terlebih saat musim kemarau ketersediaan air di tempat tempat penampungan air makin menipis.
Dia mengatakan, untuk saat ini, di wilayah Bantul yang masyarakatnya sudah mengalami kesulitan air bersih dan meminta bantuan ke pemerintah daerah untuk distribusi tangki air di sejumlah kelurahan wilayah Kecamatan Dlingo.
BACA JUGA: TPST Piyungan Tutup, Satpol PP Jogja Memperketat Penjagaan Depo Sampah
"Saat ini di lapangan ada permohonan dari Dlingo, tetapi lewat PMI. Jadi kami masih menunggu surat masuk untuk permohonan droping air, kalau kemarin itu di Jatimulyo Dlingo sudah dikirimkan tiga tangki, dua dari PMI, satu tangki dari Tagana," katanya.
Pihaknya berharap, masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan di musim kemarau ini agar menghemat pemakaian air bersih, agar persediaan masih cukup untuk kebutuhan bersama, dan jika kehabisan, bisa minta bantuan distribusi ke pemerintah.
"Yang di daerah rawan kekeringan kan tidak bisa lagi mengharapkan hujan untuk dibuatkan penampungan, tetapi situasi saat ini diimbau pada masyarakat untuk hemat, airnya diirit-irit tidak terlalu dibuang sembarangan, kemudian segera kalau ada kebutuhan segera sampaikan ke desa, FPRB maupun ke kami," katanya.
Dia juga mengatakan, saat ini BPBD Bantul telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan menyusul kondisi di masyarakat yang sudah mulai mengalami kekeringan dampak kemarau. Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat ditetapkan pada 6 Juli, dan berlangsung hingga 3 September 2023.
"Sikap pemerintah dengan SK tersebut ini kita menganggarkan dana sekitar Rp22 juta untuk kegiatan dropping air [mengatasi kekeringan] yang kami estimasi sekitar 76 tangki kapasitas 5.000 liter per tangki. Kalau tidak cukup, kita bisa mengajukan tambahan lewat dana tak terduga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhut menangkap LF alias BG, pemodal illegal logging di Kotawaringin Timur yang diburu selama tiga bulan dan kini ditetapkan sebagai tersangka.
Rupiah ditutup Rp17.632 per dolar AS pada Selasa (8/9/2026). Simak proyeksi rupiah hari ini serta sentimen pasar dan The Fed.
Bareskrim Polri membongkar dua praktik live streaming bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi dengan enam tersangka.
Program bertajuk “Penguatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-Nilai Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Pengajian di Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Yogyakarta
Basarnas Banten mengerahkan empat SRU untuk mencari lima wartawan yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan tiga hal yang harus ditingkatkan ASN Sleman, mulai produktivitas hingga standar pelayanan.