Advertisement
Daerah Perbukitan di Bantul Rawan Kekeringan, Ini Daftar Pemetaannya

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah kapanewon atau kecamatan di Kabupaten Bantul terutama di wilayah perbukitan disebut rawan kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul, warga di wilayah yang rawan kekeringan bakal kesulitan air bersih ketika musim kemarau saat ini.
"Daerah rawan kekeringan di Bantul itu berdasarkan dari tahun ke tahun yang pasti langganan itu di wilayah Kecamatan Dlingo, terutama di daerah perbukitan, ada juga Sedayu, Piyungan yang di daerah atas," kata Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Selasa, (18/7/2023).
Advertisement
Selain karena kondisi geografis, menurut dia, di sebagian wilayah perbukitan tersebut rawan kekeringan karena jauh dari sumber mata air, terlebih saat musim kemarau ketersediaan air di tempat tempat penampungan air makin menipis.
Dia mengatakan, untuk saat ini, di wilayah Bantul yang masyarakatnya sudah mengalami kesulitan air bersih dan meminta bantuan ke pemerintah daerah untuk distribusi tangki air di sejumlah kelurahan wilayah Kecamatan Dlingo.
BACA JUGA: TPST Piyungan Tutup, Satpol PP Jogja Memperketat Penjagaan Depo Sampah
"Saat ini di lapangan ada permohonan dari Dlingo, tetapi lewat PMI. Jadi kami masih menunggu surat masuk untuk permohonan droping air, kalau kemarin itu di Jatimulyo Dlingo sudah dikirimkan tiga tangki, dua dari PMI, satu tangki dari Tagana," katanya.
Pihaknya berharap, masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan di musim kemarau ini agar menghemat pemakaian air bersih, agar persediaan masih cukup untuk kebutuhan bersama, dan jika kehabisan, bisa minta bantuan distribusi ke pemerintah.
"Yang di daerah rawan kekeringan kan tidak bisa lagi mengharapkan hujan untuk dibuatkan penampungan, tetapi situasi saat ini diimbau pada masyarakat untuk hemat, airnya diirit-irit tidak terlalu dibuang sembarangan, kemudian segera kalau ada kebutuhan segera sampaikan ke desa, FPRB maupun ke kami," katanya.
Dia juga mengatakan, saat ini BPBD Bantul telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan menyusul kondisi di masyarakat yang sudah mulai mengalami kekeringan dampak kemarau. Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat ditetapkan pada 6 Juli, dan berlangsung hingga 3 September 2023.
"Sikap pemerintah dengan SK tersebut ini kita menganggarkan dana sekitar Rp22 juta untuk kegiatan dropping air [mengatasi kekeringan] yang kami estimasi sekitar 76 tangki kapasitas 5.000 liter per tangki. Kalau tidak cukup, kita bisa mengajukan tambahan lewat dana tak terduga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Kerugian Negara Akibat Kasus yang Menjerat Tom Lembong Rp194 Miliar
Advertisement

Taman Kyai Langgeng Magelang Kini Sediakan Wisata Jeep untuk Berpetualang
Advertisement
Berita Populer
- Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Gunungkidul, Warga Diberikan Bantuan Indukan Ayam Petelur
- Jalur dan Titik Keberangkatan Trans Jogja Melewati Kampus, Sekolah, Rumah Sakit, dan Malioboro
- Ubur-ubur Sudah Bermunculan di Sejumlah Pantai Kulonprogo, Wisatawan Diminta Waspada
- Disnakertrans Bantul Alokasikan Anggaran JKK dan JKM untuk Masyarakat Miskin Esktrem
- Sekolah Rakyat di DIY Masih Kekurangan Guru, DPRD Nilai Terlalu Terburu-Buru
Advertisement
Advertisement