Habiskan Rp160 Juta, Program Pakan Monyet Gunungkidul Tak Efektif
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Pnemonia - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewapadai naiknya kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat musim kemarau. Hingga Juni tahun ini, mereka mencatat sudah ada 455 warga terkena penyakit yang berkaitan dengan pernapasan ini.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bidang P2P Dinkes Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi mengatakan kasus ISPA setiap tahunnya cenderung fluktuatif. Sebagai gambaran tahun lalu ada 859 warga yang terjangkit.
Adapun tahun ini, hingga akhir Juni sudah ada 455 yang menderita ISPA di Gunungkidul. Penyebarannya harus diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja. “Memang kasusnya naik turun. Jadi, penyebarannya harus diwaspadai,” katanya, Selasa (8/8/2023).
BACA JUGA: Musim Kemarau, Waspada Penyakit Ispa sampai Iritasi Mata
Menurut dia, pencegahan dapat dilakukan dengan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta makan-makanan yang bergizi. Selain itu, rajin berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. “Kalau tubuhnya fit, maka tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan ISPA merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat. Meski tidak mengenal musim, namun ada potensi kenaikan kasus pada saat kemarau. “Makanya harus diwaspadai agar terhindar dari penyakit,” katanya.
Menurut dia, potensi serangan yang mungkin meningkat saat kemarau, salah satunya dikarenakan paparan debu. Adanya embusan angin kencang maka bisa menjadi media didalam penyebaran. “Ciri-ciri awal dengan timbulnya gejala batuk-batu. Kalau sudah timbul gejala, ada baiknya segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat,” katanya.
Meski sudah ada kasus, namun Dewi menilai kasus ISPA di Gunungkidul belum mencapai tingkat esktrem karena kasusnya masih relatif terkendali. “Apapun itu tetap harus hati-hati dan waspada sehingga terhindar dari paparan penyakit. Untuk pencegahan, kami terus menyosialisasikan hidup bersih dan sehat di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga.
Shin Tae-yong menyayangkan pemecatan sejumlah pelatih Super League 2026/2027, termasuk Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos setelah kalah dari Persija.
Gunung Lokon di Tomohon masih berstatus Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.
Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson mencetak gol kemenangan tim tamu.
Kedubes Singapura membantah kabar kunjungan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal pada 18 Oktober 2026. Dino mengaku berada di Perth, Australia.