Penemuan Tengkorak Kepala di Benteng Baluwarti Kraton Jogja, Disbud DIY: Dahulu Lokasi Geger Sepehi

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Rabu, 09 Agustus 2023 11:07 WIB
Penemuan Tengkorak Kepala di Benteng Baluwarti Kraton Jogja, Disbud DIY: Dahulu Lokasi Geger Sepehi

Pojok Benteng Keraton Ngayogyakarta sisi Timur Laut (tembok Baluwarti) masih menyisakan bekas setelah mengalami kerusakan beberapa puluh tahun yang lalu. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, JOGJA—Geger temuan tengkorak di lokasi proyek revitalisasi Benteng Baluwarti, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY menyampaikan lokasi tersebut dahulunya salah satu lokasi Geger Sapehi. 

Kepala Disbud DIY, Dian Lakshmi menjelaskan informasi terkait penemuan tengkorak tersebut masih dalam tahap pemeriksaan oleh pihak yang berwenang. Sementara menurut Dian, lokasi penemuan tengkorak tersebut dulu merupakan lokasi terjadinya geger sapehi. 

BACA JUGA : Gegara Baku Hantam di Keraton Solo, Revitalisasi Keraton Belum Bisa Dimulai

“Kemarin sudah turun ya polisi. Karena ini proses ratusan tahun. Perang Geger Sepehinya juga di area situ. Dan dulu ada Gapura Madyasura yang jadi gapuranya tumpukan mayat-mayat waktu Geger Sepehi tahun 1800an itu,” katanya, Rabu (9/8/2023). 

Meski begitu, lantaran masih dalam tahap pemeriksaan, Dian mengaku belum bisa memberikan informasi terkait penemuan tengkorak tersebut. 

“Itu [tengkorak] benar-benar engga bisa njelaske e blas [tidak bisa menjelaskan sama sekali], saya enggak punya atau info apa,” katanya. 

Upaya pemeliharaan Benteng Baluwarti terus dilakukan, sementara upaya mengutuhkan kembali benteng tersebut sudah dimulai sejak tahun 2015. 

BACA JUGA : Gegara Baku Hantam di Keraton Solo, Perbaikan Bangunan pun Tak Tersentuh Pemerintah

“Revitalisasi kan sudah beberapa tahun cuma bentuk bentuknya yang berbeda. Kalau pengkajiannya sudah lama, mulai mengeksekusi agar [Benteng Baluwarti] menyambung antar dinding tapi kan enggak mudah. Lama,” katanya. 

Zaman dahulu Benteng Baluwarti digunakan sebagai buffer atau benteng pertahanan Keraton Jogja dari serangan penjajah. Guna mengembalikan bentuk benteng tersebut, revitalisasi terus dilakukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online