PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Salah seorang petani menggunakan jas hujan melintas di Jalan Baron di Kalurahan Mulo, Wonosari. Kamis (17/8/2023)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau di Gunungkidul sudah memasuki masa puncak. Namun demikian, pada Kamis (17/8/2023) pagi, beberapa wilayah mulai dari Kapanewon Wonosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari hingga Girisubo sempat diguyur hujan.
BACA JUGA: Hujan di Awal Musim Kemarau, Petani di Gunungkidul Diminta Tidak Terkecoh
Salah seorang warga Kalurahan Pulutan, Wonosari, Heri Prastawa mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB berencana pergi ke Pantai Baron untuk melihat pengibaran bendera untuk memperingatai Hari Kemerdekaan RI di laut. Namun baru sampai di Puskesmas Wonosari 2 di Kalurahan Karangrejek mulai gerimis. Rintik hujan semakin deras hingga akhirnya menghentikan laju motornya di Pertigaan Mulo untuk memakai jas hujan.
“Kalau tetap nekat bisa basah kuyup sehingga memakai jas hujan untuk melanjutkan perjalanan,” katanya kepada wartawan, Kamis siang.
Menurut dia, hujan yang mengguyur tidak hanya terjadi di wilayah Wonosari karena jalan menuju pantai di Kapanewon Tanjungsari juga terjadi hal sama.
“Sampai Pantai Baron terus hujan, malahan saat di Kalurahan Kemadang hujannya lumanyan deras,” katanya.
Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno mengatakan, sudah mendapatkan informasi terkait hujan bersamaan dengan perayaan Kemerdekaan RI ini. Adapun lokasi ada beberapa di kapanewon, khususnya di wilayah pesisir.
“Intesitasnya ringan, tapi di Kapanewon Girisubo ada lapran sempat terjadi hujan deras,” kata Subarno.
Menurut dia, fenomena hujan ini termasuk anomali karena berdasarkan musim, saat sekarang di Gunungkidul sudah memasuki puncak. Diperkirakan puncak kemarau terjadi hingga akhir September mendatang.
“Memang hujannya sebentar tapi semoga bisa menjadi berkah. Paling tidak bisa untuk menyirami ladang pertanian milik warga yang terjadi hujan. Jadi, harus disyukuri,” katanya.
Guna mengetahui kondisi terkini cuaca, Subarno mengaku terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun, ia memastikan saat sekarang masih di musim kemarau.
“Setiap perkembangan terbaru kondisi cuaca pasti diinformasikan dan sekarang belum ada perubahan, meski ada beberapa wilayah di Gunungkidul yang diguyur hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
UGR pembebasan lahan JJLS Kulonprogo senilai lebih dari Rp320 miliar belum cair. Warga terdampak menunggu kepastian setelah enam tahun tertunda.
Menhan AS Pete Hegseth menegaskan komitmen militer Amerika di Indo-Pasifik dan menyoroti peningkatan kekuatan militer China.
PDIP menilai rencana Jokowi berkeliling daerah menemui kader PSI dan relawan tidak akan mengganggu konsolidasi internal partai.
UPN Veteran Yogyakarta mengungkap api misterius di Seyegan Sleman diduga dipicu migrasi gas metana dari bawah permukaan tanah.
Harga kakao Juni 2026 melonjak 17% akibat penutupan Selat Hormuz. Biaya logistik dan suplai global jadi pemicu utama.