Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi kolam ikan. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Kolam budidaya ikan seluas 31 hektar yang tersebar di sejumlah wilayah di Sleman mulai terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. Puluhan hektare kolam ikan itu kekurangan air menyebabkan penurunan produktivitas di Sleman.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan berbeda dengan tiga tahun belakangan, musim kemarau kali ini disertai elnino, sehingga membuat musim kemarau lebih kering ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini mengakibatkan sejumlah kolam perikanan di Sleman mulai kekurangan air. “Turi seluas 0,5 hektar kolam kekurangan air, tepatnya di Kalurahan Bangunkerto. Kemudian di Pakem 0,3 hektar tepatnya di Kalurahan Pakembinangun,” ujarnya, Jumat (18/8/2023).
BACA JUGA : Wilayah Sleman Diklaim Aman dari Bencana Kekeringan
Wilayah lainnya yaitu Minggir seluas 10 hektar, Moyudan 15 hektar, Mlati 2 hektar, Seyegan 1,2 hektar, Cangkringan 0,5 hektar dan Ngemplak 1,5 hektar. Banyaknya kolam yang kekurangan air ini berpengaruh pada menurunnya produktivitas ikan. “produktivitas menurun dibanding kondosi normal,” ujarnya.
Ia belum mendata detail angka penurunan produksi perikanan di Kabupaten Sleman sebagai akibat dari berlangsungnya musim kemarau. Namun diperkirakan dua siklus usaha mulai Mei hingga Oktober 2023 mengalami penurunan produksi mencapai 2.008,5 ton.
“Data prediksi ini tentu masih dinamis bergerak, kalau di puncak kemarau antara Bulan Juli sampai September pengaruh elnino masih tinggi. Dampak lain musim kemarua adalah munculnya serangan hama penyakit ikan yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Hal ini terjadi karena perubahan suhu yang cukup drastis pada siang dan malam hari sehingga menyebabkan munculnya bakteri yang akan menyerangikan. Fluktuasi suhu tersebut juga menyebabkan nafsu makan ikan berkurang sehingga antibodi ikan mengalami penurunan. “Antibodi yang menurun berdampak pada mudahnya ikan terkena serangan penyakit,” kata dia.
Adapun sebagai upaya untuk menanggulangi kekurangan air tersebut, Pemkab Sleman membangun sumur pompa di empat titik. “Meliputi kelompok Mina Artaa di Sejati Dukuh, Sumberarum, Moyudan; Kelompok Mina Gadung di Gadung, Bangunkerto, Turi; Kelompok Sumber Mina di Batangan, Sumberadi, Mlati; Kelompok Mina Jumbo di Dukuh, Sidokarto, Godean,” paparnya.
BACA JUGA : Tok! Bantul dan Gunungkidul Resmi Berstatus Siaga Darurat Kekeringan
Selain itu, beberapa upaya yang bisa dilakukan pembudidaya ikan yaitu dengan pemanfaatan teknologi budidaya nila dengan sistem bioflok. Pada teknologi ini, budidaya ikan mampu menghemat pemakaian air karena menggunakan water close system yang memungkinkan tidak melakukan penggantian air paling tidak selama dua siklus budidaya.
“Kemudian mengganti pola tebar ikan dari ikan bersisik ke budidaya ikan non sisik, seperti lele dan patin. Hal ini disebabkan karena karakteristik ikan non sisik cenderung tidak memerlukan air yang cukup banyak sebagai media hidupnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.