Lima Mahasiswa UGM Luka Saat Demo, Kampus Siapkan Advokasi Hukum
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
Kendaraan proyek beroperasi di area pembangunan tol Jogja-Solo seksi paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman pada Senin (28/8/2023)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah warga terdampak tol Jogja-Solo seksi 2 Paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman di kawasan Tirtoadi bakal meninggalkan rumah mereka akhir mulai Agustus ini.
Warga membutuhkan waktu tempo untuk pindah karena rumah barunya belum rampung. "Warga cuma minta tempo sebentar lagi, akhir Agustus rumah saya sudah jadi. Tinggal finishing begitu," kata Lurah Tirtoadi, Mardiharto, Senin (28/8/2023).
Tentunya warga yang bakal pindah dengan tempo akhir Agustus ini adalah mereka yang bidang tanah dan rumahnya sudah dibayar lunas. Sementara pada bidang-bidang yang belum lunas, tentu kemungkinan mereka belum beberapa lantaran menunggu pelunasan pembayaran. "Yang sudah terbayar itu [belum pergi] cuma karena proses membangunnya itu belum selesai. Jadi ya kami maklumi, karena dia harus beli tanah, harus membangun," ujar dia.
Untuk membangun satu unit rumah kata Mardiharto, warga paling tidak butuh waktu empat bulan. Sementara untuk rumah ukuran besar bisa memakan waktu hingga setengah tahun. "Bangun itu kan paling enggak empat bulan. Kalau bangunnya besar bisa setengah tahun, duitnya banyak ya mesti bangun yang lebih besar," kata dia.
BACA JUGA: Lima Makam Terdampak Tol Jogja-Solo, Kalurahan Tunggu Mekanisme Relokasi
Mayoritas warga yang tergusur ingin kembali ditinggal di area Tirtoadi. Meski, tak jarang ada yang menginginkan pindah keluar Kalurahan. "Rata-rata ya pengin di wilayahnya sendiri," tambahnya.
"Janjinya sampai Agustus kecuali ada yang belum dibayar," tegasnya.
Mardiharto menegaskan bila pada prinsipnya warga siap pindah. Hanya saja warga butuh waktu menunggu pembangunan rumahnya rampung. "Jadi kalau masyarakat itu tidak masalah, dia sudah mengakui kalau dia itu sudah menerima uang, tidak punya hak [atas tanah]," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
PSG mewaspadai Slovan Bratislava asuhan Yaya Toure. Luis Enrique menilai laga pembuka Liga Champions 2026/2027 tak akan mudah.
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
Liverpool diminta Andoni Iraola menekan Atletico Madrid sejak awal laga Liga Champions di Anfield, Rabu malam waktu setempat.
BPS menepis isu manipulasi desil DTSEN untuk menurunkan angka kemiskinan. Desil dan kemiskinan disebut memiliki konsep berbeda.