Cegah Kanker Sejak Dini, Pemkab Sleman Gandeng YKI
Pemkab Sleman dan YKI menggelar sosialisasi pencegahan kanker serta deteksi dini HPV DNA untuk memperluas edukasi hingga tingkat kalurahan.
Ilustrasi tanah Kraton Jogja - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Penghageng Tepas Tandha Yekti, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Jogja, GKR Hayu menyambut baik penyerahan sertifikat tanah milik kasultanan kepada sejumlah kalurahan di Sleman. Menurutnya ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Keistimewaan DIY.
"Kalau saya ini happy occasion. Kalau kami sendiri dari Undang-undang Keistimewaan, Kasultanan sendiri istilahnya diharuskan untuk menginventarisasi semua sultan ground. Jadi ya ini yang dilakukan kurang lebih kan seperti itu. Berarti ini kan ini implementasinya. jadi ya happy occasion," terangnya pada Selasa (29/8/2023).
Langkah ini kata Hayu juga dalam rangka memperingati 11 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY. Skema pendaftaran pencatatan perubahan sertifikat tanah kalurahan semacam ini akan dilakukan di wilayah lain di DIY. Hanya saja Hayu mengungkapkan bila langkah ini akan dilakukan bertahap.
"Kalau dilakukan di wilayah lain iya, cuma kan ya namanya manpower juga bertahap. Makanya tadi mungkin ada yang belum, nanti menyusul. Cuma diharapkan nanti semuanya akan terdata, jadi kami tanggung jawabnya luas," kata Hayu.
BACA JUGA: MK Membolehkan Kampanye di Sekolah, Dewan Pendidikan DIY: Perlu Aturan Jelas
Lebih lanjut Hayu berharap penyerahan sertifikat tanah milik Kasultanan Jogja ini dapat memberi kepastian hukum. Selain itu langkah ini diharapkan dapat mengurangi keributan ke depannya.
"Yang jelas, satu ini kan kepastian hukum untuk yang punya sertifikat. Jadi ke depannya itu semua planning tata ruang dan baik dari masyarakat sendiri ketika memanfaatkan atau mungkin ada juga [pihak] bukan dari masyarakat tapi dari pemerintah itu jadi jelas. Mengurangi keributan di akhir nanti," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman dan YKI menggelar sosialisasi pencegahan kanker serta deteksi dini HPV DNA untuk memperluas edukasi hingga tingkat kalurahan.
Mahasiswa asing UGM melihat koleksi naskah kuno DPAD DIY, termasuk manuskrip 1816 beraksara Jawa dan berbahasa Belanda.
Guru Besar UMY Suswanta menjelaskan peran rekam jejak, integritas, dan kepercayaan masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkades.
PLN menggabungkan PLN Electricity Services dan PLN Nusa Daya menjadi PLN Services. Perusahaan memastikan merger tidak disertai PHK.
Porprov Jateng XVII berlangsung 25–31 Oktober 2026, diikuti 7.999 atlet dari 35 kabupaten/kota sebagai persiapan menuju PON 2028.
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.