Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Penjabat Wali Kota Jogja saat membuka penyelenggaraan Festival UMKM 2023 di kompleks Balai Kota setempat, Rabu (30/8/2033)./Harian Jogja-Yosef Leon
JOGJA—Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo membuka penyelenggaraan Festival UMKM Jogja di halaman kompleks Balai Kota setempat, Rabu (30/8/2023). Agenda yang menampilkan produk UMKM dari 14 kemantren se-Kota Jogja itu diharapkan menjadi momentum bagi pelaku usaha naik kelas.
Singgih menyatakan potensi UMKM di Kota Jogja sangat besar untuk bisa naik kelas. Dengan ditopang melalui sektor pariwisata, ceruk pasar yang menanti sangat luas dan cukup beragam.
Apalagi acara-acara kunjungan kerja dari pemerintahan kerap menjadikan Jogja sebagai salah satu tujuan utama. Oleh-oleh yang dibawa tentu harus dari UMKM setempat. "Makanya ke depan kami akan dorong agar mereka yang kunjungan kerja itu dibawa ke sentra untuk melihat langsung produk dan oleh-oleh khas Jogja," kata Singgih.
Menurut Singgih, perkembangan pemasaran online sekarang juga tumbuh cukup pesat. Oleh karena itu, dia mendorong agar eksistensi produk UMKM di Jogja tidak hanya hadir saat penyelenggaraan pameran dan festival, tetapi juga menyentuh sektor pemasaran online yang sekarang terbuka lebar dan sangat potensial.
"Bila perlu ada pelatihan bagaimana agar unggahan produk saat dipasarkan secara online itu lebih menarik karena tentu harus ada kemampuan, itu nanti akan kita dorong agar diberikan pelatihan," ujarnya.
Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM kota Jogja Emy Indaryati menerangkan, Festival UMKM 2023 diselenggarakan dengan tujuan menampilkan produk-produk terbaik dari pelaku usaha Kota Jogja.
BACA JUGA: Produk UMKM dari 14 Kemantren di Jogja Dipamerkan di Balai Kota
Total ada sebanyak 14 kemantren yang tergabung dalam Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Forkom UMKM) yang berpartisipasi. "Produknya beragam mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, kriya dan lain sebagainya. Ini untuk semakin mengenalkan produk unggulan dari UMKM ke masyarakat," jelas Emy.
Di halaman luar kompleks Balai Kota Jogja UMKM yang tergabung dalam Forkom UMKM menampilkan produk unggulannya. Sementara, di ruangan Grha Pandawa kompleks Balai Kota Jogja ditampilkan sebanyak 90 produk unggulan kuliner yang tergabung dalam aplikasi Nglarisi perwakilan dari dua UMKM setiap kelurahan.
"Sudah banyak program yang kami selenggarakan untuk memfasilitasi UMKM agar naik kelas mulai dari pelatihan manajemen usaha, peningkatan layanan ke konsumen, promosi dan lain sebagainya. Rencana tindak lanjut ke depan yakni soal peningkatan kualitas dan legalitas produk kuliner dengan kurasi produk dan legalitas produk."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.