Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Penjabat Wali Kota Jogja saat membuka penyelenggaraan Festival UMKM 2023 di kompleks Balai Kota setempat, Rabu (30/8/2033)./Harian Jogja-Yosef Leon
JOGJA—Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo membuka penyelenggaraan Festival UMKM Jogja di halaman kompleks Balai Kota setempat, Rabu (30/8/2023). Agenda yang menampilkan produk UMKM dari 14 kemantren se-Kota Jogja itu diharapkan menjadi momentum bagi pelaku usaha naik kelas.
Singgih menyatakan potensi UMKM di Kota Jogja sangat besar untuk bisa naik kelas. Dengan ditopang melalui sektor pariwisata, ceruk pasar yang menanti sangat luas dan cukup beragam.
Apalagi acara-acara kunjungan kerja dari pemerintahan kerap menjadikan Jogja sebagai salah satu tujuan utama. Oleh-oleh yang dibawa tentu harus dari UMKM setempat. "Makanya ke depan kami akan dorong agar mereka yang kunjungan kerja itu dibawa ke sentra untuk melihat langsung produk dan oleh-oleh khas Jogja," kata Singgih.
Menurut Singgih, perkembangan pemasaran online sekarang juga tumbuh cukup pesat. Oleh karena itu, dia mendorong agar eksistensi produk UMKM di Jogja tidak hanya hadir saat penyelenggaraan pameran dan festival, tetapi juga menyentuh sektor pemasaran online yang sekarang terbuka lebar dan sangat potensial.
"Bila perlu ada pelatihan bagaimana agar unggahan produk saat dipasarkan secara online itu lebih menarik karena tentu harus ada kemampuan, itu nanti akan kita dorong agar diberikan pelatihan," ujarnya.
Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM kota Jogja Emy Indaryati menerangkan, Festival UMKM 2023 diselenggarakan dengan tujuan menampilkan produk-produk terbaik dari pelaku usaha Kota Jogja.
BACA JUGA: Produk UMKM dari 14 Kemantren di Jogja Dipamerkan di Balai Kota
Total ada sebanyak 14 kemantren yang tergabung dalam Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Forkom UMKM) yang berpartisipasi. "Produknya beragam mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, kriya dan lain sebagainya. Ini untuk semakin mengenalkan produk unggulan dari UMKM ke masyarakat," jelas Emy.
Di halaman luar kompleks Balai Kota Jogja UMKM yang tergabung dalam Forkom UMKM menampilkan produk unggulannya. Sementara, di ruangan Grha Pandawa kompleks Balai Kota Jogja ditampilkan sebanyak 90 produk unggulan kuliner yang tergabung dalam aplikasi Nglarisi perwakilan dari dua UMKM setiap kelurahan.
"Sudah banyak program yang kami selenggarakan untuk memfasilitasi UMKM agar naik kelas mulai dari pelatihan manajemen usaha, peningkatan layanan ke konsumen, promosi dan lain sebagainya. Rencana tindak lanjut ke depan yakni soal peningkatan kualitas dan legalitas produk kuliner dengan kurasi produk dan legalitas produk."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.