Jadwal Bus DAMRI Jogja-YIA, 26 Agustus 2026, Cukup Rp80.000
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman tetap mengandalkan TPA Piyungan, setelah tempat tersebut kembali dibuka. Apalagi saat ini, Pemkab mendapatkan kuota sebanyak 135 ton per hari ke TPA Piyungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristiyani mengatakan, saat ini pihaknya kembali membuang sampah ke TPA Piyungan. Langkah itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan kuota sebanyak 135 ton per hari sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.
"Kuota ini untuk swasta dan pemerintah. Untuk itu kami telah mensosialisasikan kuota tersebut kepada pengusaha jasa angkut sampah swasta," katanya, Rabu (6/9/2023).
Dari hasil sosialisasi, lanjut Epiphana, mayoritas pengusaha angkut menerima dan dalam waktu dekat akan dibuatkan jadwal pembuangannya.
Disisi lain, diakui Epiphana, kuota pembuangan sampah di TPA Piyungan sebenarnya belum cukup untuk menanggulangi sampah di Bumi Sembada. Untuk itu, DLH meminta warga untuk mengoptimalkan gerakan pengurangan dan pemilahan sampah. "Apalagi saat ini TPS sementara di Tamanmartani kan ditutup," katanya.
Terkait dengan sampah di TPSS Tamanmartani di Sleman, Epiphana mengungkapkan seusai penutupan, pihaknya akan menganggkut sampah itu ke TPA Piyungan secara berkala. Dimana, hanya ada sampah sebanyak 5 truk per hari yang diangkut dari TPSS Tamanmartani ke TPA Piyungan.
Setelah sampah terevakuasi, nantinya lahan bekas TPSS Tamanmartani akan dipulihkan kembali. "Ya, diuruk kembali seperti semula dan ditutup," katanya.
Sementara terkait dengan pembangunan TPST Tamanmartani, Epiphana mengaku saat ini proses pembangunan hanggar dan pengadaan peralatan. TPST dengan luas lahan 1,3 hektare itu, kini pembangunannya dipercepat dan diharapkan selesai di akhir November sehingga awal Desember mulai dioperasikan.
"Harapannya Desember sudah beroperasi. Meskipun masih percobaan. Nanti di awal 2024 mudah-mudahan sudah lancar dalam pengoperasionalannya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.