Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Pengalaman Minum Teh ala Kraton
Royal Ambarrukmo Yogyakarta kembali menghadirkan Ambarrukmo Atisomya – Patehan, The Royal High Tea Ceremony, dalam rangkaian acara menuju ulang tahunnya ke-15
Kepala Disdukcapil Jogja Septi Sri Rejeki (kanan) saat memberikan penjelasan dalam sosilisasi pentingnya IKD di Kota Jogja, Kamis (7/9/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
JOGJA—Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Jogja masih terbilang rendah, hanya 2% dari total jumlah warga yang memiliki KTP elektronik.
Itulah sebabnya, guna menggencarkan penggunaan IKD, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jogja menyosialisasikannya ke pengurus kampung seperti Ketua RT, RW, hingga PKK di seluruh wilayah Jogja, Kamis (7/9/2023).
Data Disdukcapil Jogja menyebut saat ini warga Jogja yang sudah menggunakan IKD sebanyak 6.500 orang, sedangkan total pemilik KTP elektronik sekitar 317 ribu. Jumlah yang jomplang tersebut akan dikejar Disdukcapil melalui kegiatan pembuatan IKD dari pintu ke pintu rumah warga.
Kepala Disdukcapil Jogja, Septi Sri Rejeki menargetkan hingga akhir tahun ini penggunaan IKD di wilayahnya mencapai 20%. “Kami gencarkan dengan sosilisasi seperti yang diadakan ini dengan bertahap mengundang pegurus RT, RW, sampai PKK di Kemantren Tegalrejo, Jetis, Ngampilan, dan Gedongtengen,” kata dia.
BACA JUGA: Blangko Minim, E-KTP Kini Hanya untuk Warga Jogja
Total ada 100 orang pengurus RT, RW, hingga PKK dari empat kemantren yang menghadiri sosilisasi pentinggnya, cara pembuatan, hingga manfaat IKD tersebut. “Mereka nanti peserta ini akan kami gandeng supaya menggencarakn ke warga lainnya, bahkan dengan dooor to door, agar efketif tepat sasaran untuk meningkatakn IKD,” papar Septi.
Tantangan peningkatan penggunaan IKD di Jogja, jelas Septi, adalah pemahaman teknologi informasi masyarakat, daya dukung ponsel yang digunakan, hingga ada masyarakat yang belum memiliki ponsel dengan sistem Android. “Tantanganya seputar ponsel itu sendiri dan pemahaman masyarakat, karena dua hal itu penting dimiliki sebelum bikin IKD,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jogja, Aman Yuriadijaya mendukung pengenceran penggunaan IKD di wilayahnya. “IKD ini adalah bagian dari penyelarasan pelayanan publik di era digital, nantinya syarat utama mengakses Mall Pelayanan Publik Kota Jogja dengan IKD sehingga kami mendorong masyarakat segera membuatnya,” kata dia.
Aman menjelaskan manfaat IKD juga memudahkan administratif pelayanan publik karena hanya dalam satu genggaman di ponsel. “Manfaat IKD ini sangat besar, terutama dalam sisi kepraktisannya. Cukup dalam satu genggaman sudah ada Kartu Keluarga, KTP, dan lainnya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Royal Ambarrukmo Yogyakarta kembali menghadirkan Ambarrukmo Atisomya – Patehan, The Royal High Tea Ceremony, dalam rangkaian acara menuju ulang tahunnya ke-15
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang dievakuasi, enam meninggal dan 140 masih dicari.
Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwoharjo mulai menyentuh Ring Road Utara. Separator 1,5 km dibongkar untuk struktur tol elevated.
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
HUD Institute menilai KPR subsidi tenor 40 tahun berisiko membebani MBR. Subsidi DP dan bunga 3% dinilai lebih membantu.
Prabowo menyebut Indonesia kini mampu meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan dunia dan mendorong industrialisasi bersama negara BRICS.