Parkir Lapangan Pemda Sleman Ditata, Tarif Mulai Rp2.000
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penjabat Bupati (Pj) Kabupaten Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa pengembangan wisata di Kulonprogo termasuk di Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
Menurut Made, apabila perlu melakukan eksploitasi untuk pengembangan wisata maka harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak lingkungan secara keseluruhan.
“Wisata harus dibentuk bagaimana menyatukan alam dengan aktivitas wisata atau green tourism,” kata Made dalam keterangan, Jumat (8/9/2023).
Made yang beberapa waktu lalu mengunjungi Nglinggo berharap desa wisata tersebut dapat mengakomodasi aktivitas wisata dengan alam. Tegasnya, Nglinggo memiliki karakteristik khusus yaitu tidak semua titik dapat dieksploitasi atau didirikan bangunan.
“Tidak bisa semuanya dieksploitasi dengan bangunan. Tapi bisa menjadi bagian wisata, perlu ada batasan dan kreativitas mengolah wisata menjadi lebih bagus dengan tetap menjaga lingkungan,” katanya.
Dia menerangkan bahwa Kabupaten Kulonprogo memiliki cukup banyak destinasi wisata yang perlu digali lebih lauh potensinya. Katanya, aset yang telah ada juga harus dioptimalkan.
"Perlu pengoptimalan agar menjadi satu bagian destinasi yang saling mendukung. Tidak hanya pemandangan semata namun juga masyarakat bisa menikmati potensi kuliner, produk lokal yang ada di Nglinggo," ucapnya.
Made juga menyinggung intensitas kunjungan wisatawan, menurutnya kunjungan dapat didongkrak dengan program-program pengembangan wisata berkelanjutan dan pengoptimalannya.
"[Program-program] berlanjut terus. Wisata itu awalnya saja, kemudian di medsos, apalagi di medsos itu bagus ya narasinya, pengambilan gambarnya. Orang berkunjung, tapi kesan pertama itu yang menentukan kesan selanjutnya. Jadi orang mau berulang datang ke sana [objek wisata]," katanya.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program-program pengembangan wisata kolaboratif. Program tersebut menjadi upaya pengoptimalan wisata yang sudah ada.
“Dinas Pariwisata Kulonprogo akan melakukan pengembangan di kawasan wisata di wilayahnya. Salah satu yang akan kami kembangkan adalah Gua Kiskendo di Jatimulyo, Girimulyo. Objek wisata tersebut akan dijadikan taman wisata," kata Joko.
Joko menambahkan Dispar telah menyiapkan program Nusabrata untuk mengelola secara bersama-sama mengembangkan Gua Kiskendo. Program tersebut akan mengolaborasikan wisata alam dengan wisata budaya, kuliner, olah raga, sampai Glamping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.