Advertisement
Alasan DLH Sleman Minta Tabebuya Jadi Pohon Pengganti Dampak Proyek Tol Solo-Jogja-YIA
Pengemudi melintasi Tol Jogja Solo yang dibuka fungsional di Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/4/2023). - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (Sleman) memiliki alasan tersendiri memilih pohon tabebuya sebagai pengganti pohon-pohon yang ditebang lantaran terdampak pembangunan tol Solo-Jogja-YIA Paket 2.2 di area ringroad.
Selain menghasilkan oksigen, tabebuya syarat akan nilai estetik yang dinilai dapat memberi kesan keindahan di sekitar jalan ringroad terdampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja-YIA. "Kalau tabebuya ya memang manfaat oksigen pasti. Tapi ada manfaat lain yang diharapkan yaitu cantik," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani dihubungi pada Sabtu (16/9/2023).
Advertisement
Kecantikan tabebuya kata Epi, ditunjukan dari warna bunganya yang indah. "Kalau lihat di Magelang itu, di jalan itu, seperti itu [cantik]," imbuhnya.
Dengan demikian penanaman ulang kembali pohon-pohon di area ringroad setelah terdampak tol Solo-Jogja-YIA nantinya tidak hanya mengusung aspek produksi oksigen, juga bisa mencakup aspek keindahan kota. "Jadi ya kita ingin apapun yang terjadi kalau nanti ditanam di masyarakat ya tetap di lokasi yang ditanami itu secara estetika tetap ada," lanjutnya.
Panorama yang disuguhkan bunga-bunga tabebuya diharapkan Epi dapat memberikan dampak postif kapada masyarakat. "Harapannya bisa memberikan efek positif pada masyarakat sekitar. Artinya mereka kan kalau melihat sesuatu yang cantik-cantik itu pikirannya menjadi segar dan enak," kata dia.
Sebagaimana yang diketahui, 250 pohon perindang yang ditanam di area ring road bakal ditebang karena terdampak pembangunan tol. Ratusan pepohonan terdampak tersebut berjajar dari barat fly over Jombor sampai tikungan Ngawen. Pepohonan tersebut meliputi pohon yang ditanam di tengah jalan ringroad, di utara jalan ring road maupun di selatan jalannya.
Tabebuya selanjutnya diusulkan sebagai pengganti pohon yang terdampak tol Solo-Jogja-YIA lantaran keindahan bunganya memberi nuansa bak pohon sakura di Jepang. "Kami minta kemarin jenisnya tabebuya yang sekarang baru ngetren dipakai untuk perindang itu. Yang ada bunganya kaya sakura itu," tuturnya.
Kriteria pohon pengganti di jalan tol Solo-Jogja-YIA, dari segi ukuran tabebuya yang diserahkan nantinya paling tidak harus memiliki ketinggian 3-4 meter. Untuk diameternya minimal 5-10 sentimeter. "Kalau kecil [tinggi] satu meteran itu saya enggak mau. Karena biasanya nanti tersampar-sampar terus mati karena masih kecil," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Aksi Celurit Berujung Kecelakaan di Moyudan, Satu Remaja Diamankan
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- FIB UGM Tegas, Tak Bela Dosen Terkait Kasus Daycare Little Aresha
- Delegasi WCI Kagum dengan Pura Pakualaman, Diplomasi Budaya Jogja
- Perlintasan KA Tanpa Palang di Kulonprogo Disorot, Ini Masalahnya
Advertisement
Advertisement






