Pasar Rakyat Bantul Makin Sepi, Omzet Pedagang Turun 30%
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Suasana upacara Ganti Dwaja pergantian prajurit kaga diselenggarakan di Kadipaten Pakualaman pada Sabtu (16/9/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
JOGJA—Upacara Ganti Dwaja atau pergantian prajurit jaga diselenggarakan di Kadipaten Pura Pakualaman, Sabtu (16/9/2023). Agenda yang diselenggarakan setiap 35 hari sekali pada Sabtu Kliwon ini merupakan tradisi budaya yang masih terus dipertahankan, sekaligus sebagai daya tarik wisata dan pengungkit kegiatan ekonomi kreatif (ekraf) di wilayah setempat.
Prosesi pergantian prajurit jaga dipusatkan di kompleks Kadipaten Pura Pakualaman, dimulai dengan upacara dan laporan dari masing-masing prajurit yang terdiri dari Bregada Lombok Abang dan Bregada Plangkir.
Setelah pertukaran bendera yang menandai bergantinya prajurit jaga, bregada kemudian berbaris menuju Alun-Alun Sewandanan Kadipaten Pura Pakualaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan mengatakan upacara ini menjadi salah satu atraksi budaya yang didukung oleh Dinas Pariwisata DIY dengan tujuan menggerakkan animo masyarakat dalam aktivitas seni budaya lokal, terutama di kawasan Pakualaman.
Tidak sekadar proses pergantian bregada prajurit jaga saja, sejumlah atraksi budaya dari kesenian lokal pun ikut ditampilkan. “Dengan begitu, harapannya bisa menambah daya tarik bagi penonton dan biasanya juga kami tampilkan kelompok budaya atau penampil budaya dari kabupaten dan kota lain di DIY, misalnya ada tari angguk dan jatilan, dan penampilan dari sejumlah sanggar seni yang disesuaikan dengan jadwal pergantian bregada,” kata Kurniawan, Sabtu.
Sebagai salah satu kawasan cagar budaya, penataan fisik kawasan Kadipaten Pura Pakualaman, menurut Kurniawan, harus diselaraskan dengan beragam agenda budaya. Sebab, penataan kawasan harus dibuat optimal agar fungsi cagar budaya yang ada di dalamnya punya tujuan yang sama dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan di Kadipaten Pura Pakualaman.
“Sebagai kawasan cagar budaya perlu pengembangan, baik dari sisi fisik maupun nonfisik. Pariwisata kaitannya dengan nonfisik atau atraksi, dengan perubahan dan penataan kawasan cagar budaya ke depan kami ingin atraksi yang ditampilkan bisa disesuaikan dengan potensi ekonomi kreatif,” ujarnya.
BACA JUGA: Berkunjung ke Jogokariyan, Kampung dengan 750 Prajurit Kraton
Kurniawan menjelaskan, ke depan pergantian prajurit jaga yang kaya akan potensi ekonomi kreatif bisa dijadikan tema besar dalam penyelenggaraan agenda. “Misalnya dilengkapi dengan festival, ekonomi kreatif, dan lainnya. Sangat menarik melihat pergantian bregada, karena wisatawan bisa membeli topi atau miniatur bregada. Harapan kami demikian,” katanya.
Koordinator atraksi wisata budaya Kadipaten Pura Pakualaman, RM. Donny Megananda menyebut upacara pergantian prajurit jaga di Kadipaten Pura Pakualaman sekaligus sebagai peringatan hari lahir KGPAA Paku Alam X yang jatuh pada Sabtu Kliwon. Adapun pergantian prajurit yakni dari Bregada Lombok Abang kepada Bregada Plangkir yang selama 35 hari ke depan bakal bertugas. “
Dengan didukung Dinas Pariwisata DIY, acara ini sudah berlangsung beberapa tahun ini dan diselenggarakan dengan atraksi budaya kesenian rakyat dari sejumlah kabupaten dan kota se-DIY serta memberikan kesempatan kepada kelompok UKM dan kuliner untuk ikut menyemarakkan acara,” katanya. Dalam acara ini ada pentas seni rakyat oleh Sanggar Gandewo dari Brosot, Kapanewon Galur, Kulonprogo.
“Pentas ini juga bergiliran, dan semua kelompok seni dari kabupaten dan kota di DIY, terutama kesenian rakyat ikut tampil. Pementasan ini untuk menyemarakkan suasana pergantian bregada jaga,” ujarnya.
Melalui kegiatan jajarannya berharap masyarakat mengetahui prosesi dan upacara budaya di Kadipaten Pura Pakualaman masih terus dilestarikan. “Selain pelestarian upacara adat, harapannya masyarakat mengenal ragam kesenian rakyat dari seluruh penjuru DIY, sekaligus untuk meningkatkan perekonomian bagi UKM lokal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Erupsi GAK menutup delapan bandara. Menhub memastikan penumpang mendapat refund 100 persen atau reschedule penerbangan.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.