DPRD DIY: Perlu Pelibatan Masyarakat Jaga Citra Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Dunia

Sunartono
Sunartono Sabtu, 23 September 2023 14:57 WIB
DPRD DIY: Perlu Pelibatan Masyarakat Jaga Citra Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Dunia

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana (tengah). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY mendorong adanya peningkatan fasilitasi, promosi untuk menjaga citra positif terhadap kawasan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia yang telah ditetapkan UNESCO. Pemerintah perlu bersinergi dengan masyarakat kawasan sumbu filosofi terjaga dengan baik dan berdampak pada peningkatan sektor pariwisata.

“Penetapan kawasan sumbu filosofi Jogja sebagai warisan budaya dunia ini menarik, karena berbeda dengan lain seperti Borobudur yang berwujud. Tetapi ini filosofi yang di dalamnya mengandung berbagai makna, bagaimana ini masyarakat bisa memahaminya,” kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana di sela-sela Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Hidayah Patuk yang juga berada di ring satu kawasan Sumbu Filosofi Malioboro, Kamis (21/9/2023).

BACA JUGA : Penetapan Sumbu Filosofi Jadi Warisan Budaya Dunia Dinilai Berdampak Positif pada Industri Pariwisata

Huda berharap pengakuan UNESCO tersebut bisa berdampak pada sektor pariwisata di DIY. Karena telah mendapatkan pengakuan secara internasional, maka ada potensi mendatangkan wisatawan mancanegara baik secara kuantitas maupun kualitas. Terpenting, pemerintah perlu menggandeng masyarakat dalam mendukung keberlanjutan sumbu filosofi tersebut.

"Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumbu Filosofi Kota Jogjaa, mulai dari sejarah hingga penerapan yang ada pada masyarakat saat ini. Hal ini harapannya akan menarik lebih banyak wisatawan dari seluruh dunia untuk berwisata di Jogja,” ucapnya.

BACA JUGA : UNESCO Resmi Jadikan Sumbu Filosofi Jogja sebagai Warisan Budaya Dunia

Ia sepakat peningkatan layanan dan fasilitas di kawasan tersebut harus ditingkatkan. Sehingga masyarakat yang berkunjung di kawasan ini menjadi nyaman dan edukasi terkait makna filosofi yang terkandung di dalam sumbu ini bisa diterima wisatawan dengan baik. “Ini semata-mata untuk membuat wisatawan menjadi nyaman di kawasan ini,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online