Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Proses penyaluran air bersih di salah satu masjid di Padukuhan Klegung, Ngoro-oro, Patuk. Senin (2/10/2023) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga 30 November 2023. Hingga sekarang sudah lebih dari 2.000 tangki air bersih yang disalurkan ke masyarkat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, status siaga darurat kekeringan sudah berakhir pada 30 September 2023. Namun demikian, berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan ada perpanjangan selama dua bulan.
“Perpanjangan akan berlaku hingga 30 November 2023. Suratnya masih diproses di Bagian Hukum, Setda Gunungkidul,” kata Sumadi kepada wartawan, Selasa (3/10/2023).
BACA JUGA: Begini Kondisi Kebutuhan Air Bersih di 4 Kabupaten Siaga Darurat Kekeringan DIY
Ia menjelaskan, pertimbangan memperpanjang status siaga darurat dikarenakan musim kemarau belum berakhir. Di sisi lain, dampak kekeringan juga terus meluas.
Total hingga sekarang sudah ada sektiar 118.000 jiwa yang berasal dari 16 kapanewon berpotensi mengalami krisis air bersih. “Hanya Kapanewon Wonosari dan Playen yang tidak terdampak kekeringan. Sedangkan 16 kapanewon lainnya, ada warganya yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Meski ada perpanjangan masa darurat kekeringan, namun Sumadi memastikan tidak ada peningkatan menjadi awas maupun tanggap darurat kekeringan. Status siaga dirasa masih mencukupi untuk penanganan masalah krisis air bersih di Gunungkidul.
“Dalam pembahasan APBD Perubahan 2023 tidak mengajukan penambahan anggaran. Tapi, kalau dana droping habis, maka bisa meminta tambahan lewat pagu Belanja Tak Terduga,” katanya.
Disinggung mengenai pelaksanaan droping air, Sumadi mengakui BPBD di tahun mengalokasikan sebanyak 1.060 tangki sudah tersalurkan sebanyak 450 tangki. Penyaluran air bersih juga dilakukan oleh kapanewon dan bantuan pihak ketiga.
“Kalau ditotal sudah hampir 2.700an tangki yang disalurkan ke masyarakat,” katanya.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tepus, Joko Santoso mengatakan, kapanewon mengalokasikan dana droping untuk 450 tangki. Adapun penyaluran sudah dimulai sejak Juni dan ditargetkan selesai akhir Oktober ini.
Menurut dia, total sudah ada 400 tangki yang disalurkan ke masyarakat di Kalurahan Purwodadi, Tepus dan Sidoharjo. Adapun bantuan droping yang tersisa tinggal 50 tangki dan akan disalurkan di bulan ini.
“Ya kalau habis. Nanti, kami akan minta bantuan ke BPBD. Terlebih lagi anggaran droping tidak bisa mencakup ke seluruh kalurahan karena untuk Sumberwungu dan Giripanggung kami mintakan ke BPBD,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Proses penyaluran air bersih di salah satu masjid di Padukuhan Klegung, Ngoro-oro, Patuk. Senin (2/10/2023)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
KH Zulfa Mustofa siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU jika mendapat amanah dari PWNU dan PCNU menjelang Muktamar NU ke-35.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Simak jam keberangkatan dan tarif tetap Rp8.000.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta bukan kutukan dan mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas melalui deteksi dini.
Polri melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. DPR memastikan proses hukum dikawal hingga tuntas.
Kemensos terus mendampingi anak di Sukabumi yang kerap mencium bau BBM. Asesmen menunjukkan perkembangan perilaku, tetapi pendampingan berlanjut.