Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Proses penyaluran air bersih di salah satu masjid di Padukuhan Klegung, Ngoro-oro, Patuk. Senin (2/10/2023) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga 30 November 2023. Hingga sekarang sudah lebih dari 2.000 tangki air bersih yang disalurkan ke masyarkat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, status siaga darurat kekeringan sudah berakhir pada 30 September 2023. Namun demikian, berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan ada perpanjangan selama dua bulan.
“Perpanjangan akan berlaku hingga 30 November 2023. Suratnya masih diproses di Bagian Hukum, Setda Gunungkidul,” kata Sumadi kepada wartawan, Selasa (3/10/2023).
BACA JUGA: Begini Kondisi Kebutuhan Air Bersih di 4 Kabupaten Siaga Darurat Kekeringan DIY
Ia menjelaskan, pertimbangan memperpanjang status siaga darurat dikarenakan musim kemarau belum berakhir. Di sisi lain, dampak kekeringan juga terus meluas.
Total hingga sekarang sudah ada sektiar 118.000 jiwa yang berasal dari 16 kapanewon berpotensi mengalami krisis air bersih. “Hanya Kapanewon Wonosari dan Playen yang tidak terdampak kekeringan. Sedangkan 16 kapanewon lainnya, ada warganya yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Meski ada perpanjangan masa darurat kekeringan, namun Sumadi memastikan tidak ada peningkatan menjadi awas maupun tanggap darurat kekeringan. Status siaga dirasa masih mencukupi untuk penanganan masalah krisis air bersih di Gunungkidul.
“Dalam pembahasan APBD Perubahan 2023 tidak mengajukan penambahan anggaran. Tapi, kalau dana droping habis, maka bisa meminta tambahan lewat pagu Belanja Tak Terduga,” katanya.
Disinggung mengenai pelaksanaan droping air, Sumadi mengakui BPBD di tahun mengalokasikan sebanyak 1.060 tangki sudah tersalurkan sebanyak 450 tangki. Penyaluran air bersih juga dilakukan oleh kapanewon dan bantuan pihak ketiga.
“Kalau ditotal sudah hampir 2.700an tangki yang disalurkan ke masyarakat,” katanya.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tepus, Joko Santoso mengatakan, kapanewon mengalokasikan dana droping untuk 450 tangki. Adapun penyaluran sudah dimulai sejak Juni dan ditargetkan selesai akhir Oktober ini.
Menurut dia, total sudah ada 400 tangki yang disalurkan ke masyarakat di Kalurahan Purwodadi, Tepus dan Sidoharjo. Adapun bantuan droping yang tersisa tinggal 50 tangki dan akan disalurkan di bulan ini.
“Ya kalau habis. Nanti, kami akan minta bantuan ke BPBD. Terlebih lagi anggaran droping tidak bisa mencakup ke seluruh kalurahan karena untuk Sumberwungu dan Giripanggung kami mintakan ke BPBD,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Proses penyaluran air bersih di salah satu masjid di Padukuhan Klegung, Ngoro-oro, Patuk. Senin (2/10/2023)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.