Pendataan Desil Keliru, Warga Jogja Terancam Tak Bisa Peroleh Bansos
Data desil dinilai tak akurat. Warga miskin di Jogja berpotensi kehilangan akses bansos akibat kesalahan pendataan.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah menyalurkan 3,1 juta liter air bersih untuk delapan kapanewon per 1 Oktober 2023. Ribuan kepala keluarga (KK) di Bantul terdampak kekeringan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan selama musim kemarau telah ada delapan kapanewon dengan 14 kalurahan, dan 27 dusun terdampak kekeringan di Kabupaten Bantul. Adapun jumlah warga terdampak mencapai 5.224 kartu keluarga (KK) atau 21.296 jiwa.
Guna memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau, menurut Antoni pihaknya telah menyalurkan air bersih ke daerah terdampak.
BACA JUGA : Siaga Darurat Kekeringan di Gunungkidul Diperpanjang, Sudah 2.000 Tangki Air Disebar
“Jadi per 1 Oktober [2023] dari BPBD [Kabupaten Bantul menyalurkan air bersih] ada 151 tangki, dengan perinciannya 77 tangki dari APBD sedangkan 74 [tangki] dari donasi yang lewat BPBD,” katanya melalui telepon, Senin (2/10/2023).
Selain itu ada pula air bersih yang telah disalurkan dari PMI Bantul ada 270 tangki, Dinsos Tagana Kabupaten Bantul ada 120 tangki, dan dari donasi ada 80 tangki dengan kapasitas 5 ribu liter per tangki atau total ada ada 3.105.000 liter air bersih.
Air bersih tersebut telah didistribusikan ke Kapanewon Kasihan 500 ribu liter untuk 2.404 jiwa, Kapanewon Pajangan 120 ribu liter untuk 300 jiwa, Kapanewon Pandak 5 ribu liter untuk 70 jiwa. Kemudian ke Kapanewon Pundong disalurkan 360 ribu liter untuk 1.920 jiwa, Kapanewon Imogiri disalurkan 295 ribu liter untuk 1.151 jiwa, Kapanewon Dlingo disalurkan 1,605 juta liter untuk 11.026 jiwa, Kapanewon Pleret disalurkan 70 ribu liter untuk 364 jiwa, dan Kapanewon Piyungan disalurkan 150 ribu liter untuk 4.508 jiwa.
BACA JUGA : Kekeringan Meluas, Ratusan Keluarga di Gunungkidul Krisis Air Bersih
Antoni mengimbau kepada warga tetap dapat bijak dalam menggunakan air bersih. “Masyarakat tetap menggunakan air sebijak mungkin. Bagi yang mengalami kesulitan air bersih, dapat mengajukan permintaan ke kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data desil dinilai tak akurat. Warga miskin di Jogja berpotensi kehilangan akses bansos akibat kesalahan pendataan.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.