Advertisement
Peringatan Dini Kekeringan, Sejumlah Wilayah DIY Bakal Tak Ada Hujan hingga 2 Bulan
Ilustrasi Kekeringan / Freepik
Advertisement
Harian Jogja.com, JOGJA—Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKD) DIY mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah setempat.
Di sejumlah wilayah diprediksi akan mengalami kekurangan curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan atau dua bulanan dan seterusnya.
Advertisement
Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga tanggal 10 Oktober 2023 dan prakiraan peluang curah hujan dua dasarian ke depan terdapat potensi kekeringan meteorologis dengan sejumlah status di wilayah setempat.
Status SIAGA atau telah mengalami hari tanpa hujan >31 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm/dasarian dengan peluang terjadi di atas 70% terjadi pada Kabupaten Bantul meliputi Bambanglipuro, Kretek, Pandak, Piyungan, dan Srandakan. Kemudian Kabupaten Gunungkidul di wilayah Panggang, Patuk, Rongkop, dan Tanjungsari dan Kabupaten Kulonprogo meliputi Galur, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan Wates.
BACA JUGA: Pengolahan Sampah, Sultan HB X: Realisasi Mesin Baru Tahun Depan, Sekarang Ndak Bisa
"Sementara di Kabupaten Sleman ada di Minggir, Moyudan, Prambanan, serta Seyegan," jelasnya.
Kemudian untuk status Awas atau telah mengalami hari tanpa hujan >61 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm/dasarian dengan peluang terjadi diatas 70% ada di Bantul meliputi Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Kasihan, Pundong, Sedayu, dan Sewon. Selanjutnya di Gunungkidul daerah Gedangsari, Girisubo, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Playen, Ponjong, Tepus, dan Wonosari serta Kulonprogo tepatnya di Girimulyo dan Sleman meliputi Berbah, Cangkringan, Depok, Gamping, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Sleman, dan juga Turi.
"Kami mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat yang berada dalam wilayah peringatan dini untuk mengantisipasi dampak kekeringan meteorologis ini pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah dan peningkatan potensi terjadinya kebakaran hutan dan juga lahan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Angin Kencang Ancam Perairan Bali, BBMKG Keluarkan Peringatan
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai DIY hingga 21 Januari 2026
- Libur Panjang Januari, Pantai Glagah Dibanjiri Wisatawan dari Jateng
- Ancaman Longsor Bayangi SDN Kokap, Rekahan Tanah Makin Melebar
- Hujan Lebat Picu Banjir di Panggungharjo dan Pohon Tumbang di Pandak
- Pemkab Sleman Naikkan Anggaran RTLH 2026, Sasar 615 Rumah Warga
Advertisement
Advertisement



