DIY Puncaki Indeks Demokrasi 2025, Skor Tembus 89,79
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polsek Sedayu menangkap dua remaja berinisial FVH, 20 dan AFD, 18, Kamis (19/10/2023) lalu. Keduanya ditangkap lantaran mencuri sejumlah barang milik tetangganya sendiri.
Kapolsek Sedayu, AKP Khabibulloh menjelaskan kejadian ini baru diketahui korban pada Jumat (20/10/2023) pagi, ketika anak korban hendak berangkat sekolah. Barang yang pertama diketahui hilang, yakni sepatu.
Sepatu yang sebelumnya ada di rak, pagi itu sudah raib. "Saat itu dia hendak memakai sepatu yang sebelumnya ditaruh di rak sepatu, tetapi sepatu itu tidak ada," katanya, Senin (23/10/2023).
Ketika berusaha mencari di tempat lain, anak korban justru mendapati jendela rumah dalam kondisi terbuka. Anak itu lalu membangunkan korban untuk melaporkan kejadian ini. Ketika bangun, korban juga dikejutkan ponselnya hilang.
BACA JUGA: Curi Motor di Warung Bakmi di Kulonprogo, Pria asal Probolinggo Ditangkap Massa
Keduanya lalu menanyakan pada anggota keluarga lainnya yang ternyata juga kehilangan ponsel dan tas berisi dompet. "Atas kejadian itu, korban melaporakannya kepada jajaran Polsek Sedayu," kata dia.
Pihaknya kemufian menggelar oenyelidikan demgan memeriksa korban, saksi-saksi dan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari pemeriksaan ini, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku yang terdiri dari dua orang dan masih satu kampung dengan korban.
Sejumlah barang bukti berupa hasil pencirian disita dari tangan pelaku meliputi dua unit ponsel, satu tas jenis Waistbag merek GFR, satu tas slingbag merek Nimco, satu dompet merek Planet Ocean, uang tunai Rp21.500 dan sepatu merek Nike.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
DPRD DIY menilai stigma sekolah bermutu dan faktor biaya pendidikan menjadi penyebab sekolah kekurangan murid, bukan semata sistem zonasi.
Australia mengonfirmasi kematian massal satwa liar pertama akibat flu burung H5. Hingga kini tercatat 74 kasus, tetapi belum menyerang sektor unggas.
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada 3-6 Agustus 2026.
Ratih Handayani kembali ke kampung halamannya untuk mengemban amanah sebagai General Manager Garrya Bianti Yogyakarta.