Advertisement
KPU DIY Lakukan Berbagai Pendekatan untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilu

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL–Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY lakukan berbagai pendekatan untuk tingkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Berdasarkan data KPU DIY daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 di Kabupaten Bantul ada 742.074 orang. Berdasarkan klasifikasi usia terdiri DPT generasi z atau usia 17-24 tahun ada 110.743 orang, generasi milenial atau usia 25-39 tahun ada 200.103 orang, generasi x atau usia 40-55 tahun ada 225.126 orang. Kemudian DPT generasi baby boomer atau berusia 56-76 tahun ada 178.467 orang, dan lansia usia lebih dari 76 tahun ada 27.635 orang.
Advertisement
Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi menyampaikan berbagai pendekatan dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu tahun depan.
“Pendekatan itu kami menggunakan multi pendekatan, artinya tidak hanya pendekatan budaya, [namun juga pendekatan] komunitas, forum warga itu tentu saja tujuannya untuk meningkatkan bukan kuantitas partisipasi, karena itu sudah tinggi di Kabupaten Bantul,” katanya.
Berdasarkan data KPU Kabupaten Bantul angka partisipasi pemilih Kabupaten Bantul dalam Pilkada 2020 mencapai 83%, sementara dalam Pemilu 2019 mencapai 80,9%. Jumlah tersebut sudah lebih tinggi daripada tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 mencapai 76,9%, dan pada Pemilu 2019 mencapai 81%.
Baca Juga
KPU DIY Ajak Santri Berpartisipasi dalam Pemilu
Pencermatan Rancangan DCT, KPU DIY Terima Perubahan dari Sejumlah Parpol
Pengisian Komisioner KPU Gunungkidul Dipastikan Molor, Ini Masalahnya
“Sasaran kita sekarang peningkatan kualitas demokrasi. Artinya orang berpartisipasi itu tidak lagi berdasarkan pada kepentingan sesaat, transaksional, tetapi berdasarkan pada program, visi misi, rekam jejak dan pertimbangan yang rasional dalam menentukan pilihan,” katanya.
Dia menyampaikan pendekatan kepada generasi muda yang terdiri dari generasi z dan generasi milenial dilakukan dengan memberikan edukasi dan sosialisasi ke sekolah dan perguruan tinggi. Untuk jenjang sekolah, menurut dia telah dilakukan pula pendampingan pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang menggunakan sistem pemilihan layaknya Pemilu. Dengan pendekatan tersebut menurut Ahmad diharapkan siswa mendapatkan gambaran mengenai proses penyelenggaraan pesta demokrasi yang sebenarnya. Kegiatan tersebut dilakukan dengan kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul.
“Ini cukup bagus [pendampingan pemilihan OSIS]. Dalam pendampingan tersebut, KPU Kabupaten Bantul mendampingi sekolah dalam pemilihan ketua OSIS, baik pada tingkat SMP maupun SMA, bagi siswa Madrasah Aliah [MA] kelas III yang pada 2024 sudah menjadi pemilih pemula. Ini strategi yang pas karena langsung praktek menjadi pemilih menghadapi situasi pemilihan,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (24/10/2203).
Selain itu pendekatan kepada masyarakat secara umum juga dilakukan dengan memberikan edukasi dan sosialisasi hingga tingkat RT. Saat ini menurut Ahmad telah dilakukan sosialisasi pada 5.916 RT di Kabupaten Bantul melalui berbagai forum yang diselenggarakan warga.
“KPU terus berharap penyelenggaraan Pemilu tidak semata-mata berjalan dengan lancar, sukses, namun aman dan damai dan tidak menimbulkan keterbelahan di masyarakat akibat perbedaan pilihan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Kereta Bandara Hari Ini Jumat 4 April 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu dan YIA
- Jadwal Kereta Bandara Xpress Hari Ini Jumat 4 April 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu, Wates dan YIA
- Cuaca Hari Ini Jumat 4 April 2025: DIY Hujan Ringan
- Jadwal Terbaru Kereta Api Prameks Hari Ini Jumat 4 April 2025
- Perekrutan SDM KAI Libatkan 12 Lembaga Pendidikan
Advertisement
Advertisement