Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Monyet Ekor Panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Serangan monyet ekor panjang makin meresahkan warga di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul karena sampai masuk ke rumah-rumah.
Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Mursidi mengatakan konflik dengan monyet ekor panjang merupakan hal biasa dan terjadi setiap tahun. Ancaman makin meningkat khususnya pada saat musim kemarau.
“Kawanan monyet pada turun gunung. Ini dikarenakan sumber air dan makanan di atas gunung sudah habis,” kata Mursidi kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).
Menurut dia, turunnya kawanan monyet tidak hanya berada di area wisata seperti pendopo atau pintu masuk Gunung Api Purba. Namun, keberadaannya juga sudah sampai ke rumah-rumah warga.
Diakuinya, kondisi ini jelas sangat meresahkan karena kawanan sudah merusak tanaman pangan dan buah-buahan seperti mangga dan lain sebagainya. Selain itu, hewan primata ini juga mulai berani masuk ke rumah-rumah dengan mengambil isinya.
“Dulu hanya barang dagangan milik pedagang. Tapi, sekarang sembarang diambil seperti telur di kandang ayam. Untuk jumlahnya sekali datang bisa mencapai ratusan ekor,” katanya.
Untuk antisipasi serangan sudah dilakukan penanaman bibit buah. Namun, belum sampai bibit pohon buah tumbuh besar sudah dicabuti oleh kawanan monyet.
Hal senada diungkapkan oleh Heru, warga Nglanggeran lainnya. Menurut dia, intesitas kedatangan monyet meningkat pada saat kemarau.
Nawan, salah seorang warga Padukuhan Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul mengaku beberapa waktu lalu ada seekor monyet ekor panjang sampai ke wilayahnya yang berada di kaki Gunung Api Purba Nglanggeran. Ia berpendapat, kawanan menjarah ke rumah warga karena tidak ada lagi area pertanian yang bisa dijarah. “Mungki stoknya sudah habis sehingga nekat ke rumah warga,” katanya.
Ia berharap ada solusi terkait dengan keberadaan kawanan hewan liar ini. Meski demikian, Heru memastikan keberadaan monyet-monyet tidak sampai menganggu aktivitas pariwisata di Nglanggeran. “Hingga sekarang belum ada laporan gangguan monyet ke pengunjung. Tapi, untuk serangan ke rumah-rumah warga sudah banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.