Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Monyet Ekor Panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Serangan monyet ekor panjang makin meresahkan warga di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul karena sampai masuk ke rumah-rumah.
Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Mursidi mengatakan konflik dengan monyet ekor panjang merupakan hal biasa dan terjadi setiap tahun. Ancaman makin meningkat khususnya pada saat musim kemarau.
“Kawanan monyet pada turun gunung. Ini dikarenakan sumber air dan makanan di atas gunung sudah habis,” kata Mursidi kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).
Menurut dia, turunnya kawanan monyet tidak hanya berada di area wisata seperti pendopo atau pintu masuk Gunung Api Purba. Namun, keberadaannya juga sudah sampai ke rumah-rumah warga.
Diakuinya, kondisi ini jelas sangat meresahkan karena kawanan sudah merusak tanaman pangan dan buah-buahan seperti mangga dan lain sebagainya. Selain itu, hewan primata ini juga mulai berani masuk ke rumah-rumah dengan mengambil isinya.
“Dulu hanya barang dagangan milik pedagang. Tapi, sekarang sembarang diambil seperti telur di kandang ayam. Untuk jumlahnya sekali datang bisa mencapai ratusan ekor,” katanya.
Untuk antisipasi serangan sudah dilakukan penanaman bibit buah. Namun, belum sampai bibit pohon buah tumbuh besar sudah dicabuti oleh kawanan monyet.
Hal senada diungkapkan oleh Heru, warga Nglanggeran lainnya. Menurut dia, intesitas kedatangan monyet meningkat pada saat kemarau.
Nawan, salah seorang warga Padukuhan Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul mengaku beberapa waktu lalu ada seekor monyet ekor panjang sampai ke wilayahnya yang berada di kaki Gunung Api Purba Nglanggeran. Ia berpendapat, kawanan menjarah ke rumah warga karena tidak ada lagi area pertanian yang bisa dijarah. “Mungki stoknya sudah habis sehingga nekat ke rumah warga,” katanya.
Ia berharap ada solusi terkait dengan keberadaan kawanan hewan liar ini. Meski demikian, Heru memastikan keberadaan monyet-monyet tidak sampai menganggu aktivitas pariwisata di Nglanggeran. “Hingga sekarang belum ada laporan gangguan monyet ke pengunjung. Tapi, untuk serangan ke rumah-rumah warga sudah banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.