DPRD Sleman Evaluasi Kampus Mitra Program Beasiswa Sleman Pintar
DPRD Sleman mengevaluasi kampus mitra Program Beasiswa Sleman Pintar untuk memastikan program efektif dan mahasiswa lulus tepat waktu.
Ilustrasi Media Sosial - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo merilis program Jagongan Silaturahmi Kerukunan (Jasku). Program tersebut menjadi wadah belajar bersama untuk menangkal dampak negatif media sosial (medsos).
Kepala Badan Kesbangpol Kulonprogo, Budi Hartono, mengatakan bahwa program tersebut berawal dari diskusi antara Badan Kesbangpol dan Kankemenag. Diskusi tersebut mengarah pada banjir informasi yang tidak seimbang.
"Program ini muncul dari adanya keprihatinan atas perkembangan medsos yang memberikan informasi tidak seimbang," kata Budi dalam keterangan persnya.
BACA JUGA: KPU dan Pemkab Kulonprogo Segera Atur Zonasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye
Budi menambahkan lalu lintas informasi yang tinggi berkembang menuju arah intoleransi. Sebab itu perlu adanya ruang yang disebut jagongan.
Jangongan merupakan tradisi kearifan lokal dan menjadi ruang untuk diskusi berbagai hal perkembangan suatu wilayah. Kemasan diskusi pun lebih santai.
"Jagongan ini bisa diisi dengan obrolan tentang kerukunan dan saling bersilaturahmi antarsesama umat manusia," katanya.
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, mengatakan program Jasku telah berjalan selama beberapa waktu . Hanya saja perlu program jangka panjang yang dapat dibuat menyesuaikan kondisi terkini.
"Dampak negatif digital memang tidak dapat dipungkiri," ucapnya.
Akhid menegaskan program Jasku dapat menjadi wadah untuk program jangka pendek guna menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024 yang sangat berpotensi memunculkan kerawanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengevaluasi kampus mitra Program Beasiswa Sleman Pintar untuk memastikan program efektif dan mahasiswa lulus tepat waktu.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.