Advertisement
Harga Kedelai Mahal, Ukuran Tahu dan Tempe di Gunungkidul Mengecil

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perajin tahu dan tempe di Gunungkidul mengeluh naiknya harga kedelai di pasar. Dampak dari kenaikan ini, perajin memilih untuk mengecilkan ukuran tahu dan tempe.
Salah seorang perajin tempe di Paudukuhan Seneng, Siraman, Aris Wijarnaka mengatakan, ongkos biaya produksi tempe meningkat. Hal ini tak lepas adanya kenaik harga kedelai untuk bahan baku.
Advertisement
Pada saat sekarang, sambung dia, kedelai impor untuk bahan baku dipatok sebesar Rp12.700 per kilogram. Kenaikan sudah terjadi sekitar tiga bulan lalu hingga sekarang.
“Dulu [tiga bulan lalu] harganya masih kisaran Rp10.300-Rp10.500 per kilogram. Tapi sekarang terus naik,” kata Aris kepada wartawan, Kamis (9/11/2023).
Menurut dia, naiknya harga kedelai sangat memberikan pengaruh terhadap produksi. Aris mengakui tidak menaikan harga jual karena akan berpengaruh terhadap permintaan di pasaran.
Guna menyiasati kenaikan dilakukan dengan mengurangi ukuran sehingga bentuknya lebih tipis dan pendek. Biasanya satu lonjor bisa dipotong menjadi Sembilan bagian, tapi sejak kenaikan kedelai hanya menjadi delapan bagian.
“Untuk harga jual tetap Rp9.000 per lonjornya. Permintaan mengecilkan ukuran merupakan saran dari pedagang, sebab kalau menaikan harga jual malah nantinya tidak laku,” kata Aris.
ia berharap kepada Pemerintah bisa turun untuk menyetabilkan harga kedelai di pasaran. Langkah ini agar tidak ada yang dirugikan sehingga kondisi di pasaran bisa Kembali normal.
“Kalau harga bisa stabil, maka tidak akan menimbulkan gejolak,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bendahara Paguyuban Perajin Tahu Sumber Sari Mulyo di Kalurahan Kepek, Wonosari, Sakiyo mengatakan, kenaikan harga kedelai berpengaruh terhadap ongkos produksi tahu. Akibat kenaikan ini sudah ada perajin yang memperkecil ukuran tahu.
Di sisi lain, perajin di Kepek juga tidak berani menaikan karena penentuan harga jual berdasarkan kesepakatan di paguyuban. “Harapannya bisa Kembali normal sehingga ongkos produksi Kembali seperti biasa. Kalau sekarang serba susah karena ongkos produksinya naik untuk membeli kedelai,” katanya.
Sakiyo mengatakan, harga jual masih sama. Yakni, tahu putih sebesar Rp45.000 per papan, tahu magel Rp52.000 per papan dan tahu pong dijual Rp60.000 per papan. “Untuk perkembangan harga masih menunggu pertemuan paguyuban,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polres Bantul Belum Simpulkan Penyebab Kematian Warga Wonogiri yang Ditemukan di Kali Code
- Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
- Ribuan Orang Padati Pantai Parangtritis, Mayoritas Rombongan Keluarga
- Dishub Kota Jogja Pasang APILL Portable, Ini Lokasinya
- Setelah Lebaran, Mobilitas Warga DIY untuk Silaturahmi
Advertisement
Advertisement