Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Wiratno, salah seorang warga di Sempu Lor, Rejosari, Semin saat memerbaiki rumahnya yang rusak akibat hembusan angin kencang yang terjadi Senin sore. Foto diambil Selasa (14/11/2023) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan rumah yang rusak akibat embusan angin kencang di Kalurahan Rejosari, Semin mulai diperbaiki, Selasa (14/11/2023) pagi. Meski demikian, dalam proses perbaikan, warga membutuhkan asbes dan genteng untuk mengganti bagian atap yang rusak.
Lurah Rejosari, Sunarto mengatakan, musibah angin kencang terjadi pada Senin (13/11/2023). Meski tidak ada korban jiwa, namun ada sekitar 53 rumah warga di Padukuhan Sempu Lor, Sempu Kidul, Karanggayam Lor dan Karanggayam Kidul yang rusak.
BACA JUGA: Musim Bencana, Warga Sleman Wajib Mewaspadai Lahar Hujan dan Angin Kencang
Kerusakan yang terjadi pada bagian atap mulai dari asbes dan genteng pecah karena terbawa angin. “Untuk yang rusak berat ada enam rumah. Sedangkan lainnya banyak rusak ringan dan sedang,” kata Sunarto saat ditemui di lokasi rumah terdampak di Padukuhan Sempu Lor, Senin siang.
Menurut dia, upaya perbaikan sudah dilakukan warga dengan cara kerja bakti dan melibatkan warga, relawan, anggota BPBD hingga personel TNI-Polri. Selain itu, juga ada bantuan logistic berupa makanan yang dikirim oleh BPBD Gunungkidul. “Sudah dikirim untuk bantuan logistiknya,” katanya.
Meski demikian, Sunarto mengakui upaya perbaikan yang dilakukan belum optimal. Pasalnya, warga terdampak kekurangan bahan untuk perbaikan seperti asbes maupun genteng. “Mudah-mudahan ada bantuan dari BPBD karena memang warga membutuhkan khsusunya asbes dan genteng untuk perbaikan atap yang rusak,” katanya.
BACA JUGA: Antisipasi Bencana, Pemkab Gunungkidul Susun Peta Kerawanan
Ia memastikan didalam peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Semua aman dan hanya terjadi kerusakan material saja. Untuk korban jiwa, tidak ada,” ungkapnya.
Salah seorang warga terdampak, Wiratno mengatakan, rumahnya mengalami kerusakan cukup parah saat terjadi hujan deras dan embusan angin kencang pada Senin sore. Kerusakan terparah terjadi di rumah bagian belakang. Asbes yang dipergunakan untuk atap sebagian copot.
Celakannya, asbes yang berterbangan karena embusan angin mengenai genteng di bagian rumah inti sehingga ikut rusak. “Sekarang masih diperbaiki. Tapi, untuk asbes penggantinya belum ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.