20 Kampung di Jogja Sudah Dipasang Hidran, Pajeksan Masih Butuh
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinkes Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai beberapa penyakit yang berpotensi terjadi saat memasuki pancaroba.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widyantara menyampaikan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut dia, penyakit DBD berpotensi mengalami peningkatan selama musim hujan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, DBD masih mungkin terjadi saat musim hujan,” ujarnya melalui telepon, Kamis (16/11/2023).
Menurutnya, adanya genangan air saat musim penghujan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penularan DBD.
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat mengantisipasi penyebaran kasus DBD dengan menerapkan gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, menurut Agus penyakit gangguan pencernaan yang disebabkan virus atau bakteri juga berpotensi terjadi selama musim penghujan. Beberapa penyakit gangguan pencernaan yang berpotensi terjadi selama musim penghujan yaitu diare, muntaber dan tipes.
“Penyakit gangguan pencernaan terjadi karena [saat musim penghujan] banyak tempat terdapat sampah basah yang menjadi tempat perindukan lalat, dan sanitasi lingkungan yang kurang baik dapat menyebabkan gangguan pencernaan,” katanya.
BACA JUGA: Musim Kemarau Dinkes Bantul Ingatkan Mewaspadai Penyakit Saluran Pernapasan
Selain itu, menurut dia, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit leptospirosis yang disebabkan infeksi bakteri Leptospira interrogans. “Pada musim hujan air yang menggenang bisa tercemar air kencing tikus yang bisa menyebabkan terjadinya leptospirosis,” ujarnya.
Untuk menghindari berbagai penyakit tersebut, Agus berharap masyarakat tidak menimbun sampah di sembarang tempat yang didapat menjadi tempat perindukan kuman dan bakteri.
“Masyarakat jangan buang sampah sembarangan, kalau sampah mungkin bisa dikelola, dipilah dulu di rumah yang organik dan non organik, Kalau nanti harus dibuang jangan dibuang disungai dan di pinggir jalan,” ujar dia.
Dia pun meminta agar masyarakat makan makanan dengan gizi seimbang, sehingga daya tahan tubuhnya dapat terjaga. "Masyarakat dapat juga mengkonsumsi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad
Advokat Shri Hardjuno Wiwoho meminta standar pembuktian RUU Perampasan Aset diperjelas agar tak membebani masyarakat dan tetap menjamin kontrol pengadilan.