Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Muhammadiyah memberikan pernyataan kepada media, di Kampus IV UAD, Jumat (17/11/2023). (Harian Jogja/Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, BANTUL–PP Muhammadiyah menegaskan secara kelembagaan bersikap netral dalam pemilu 2024. Namun dalam memilih pimpinan, ada tiga kriteria khusus yang disoroti, yakni kemampuan, integritas dan rekam jejak.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menuturkan Muhammadiyah sejak awal menekankan prinsip meritokrasi, diimana pemimpin dipilih berdasarkan kemampuan, integritas dan memiliki rekam jejak yang baik.
“Karena kompetensi, integritas dan rekam jejak menjadi faktor yang menentukan seorang pemimpin bisa melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya atau tidak,” ujarnya kepada media, di Kampus IV UAD, Jumat (17/11/2023).
Baca Juga: Jaga Netralitas, Muhammadiyah Nonaktifkan Anggota yang Terlibat Pemenangan dalam Pemilu 2024
Kedua, semua pemimpin ada kelebihan dan ada kekurangannya. Maka pihaknya memberikan suatu formula dari ilmu hadis, yakni kalau memilih pemimpin memakai al jarh wa ta'dil, yang artinya kita melihat seseorang dari kelebihan dan kekurangannya.
Baca Juga: Muhammadiyah Jogja Expo Kembali Digelar Tahun Ini, Simak Jadwalnya
“Kita timbang-timbang, mana keunggulan dan mana kekurangannya, dari situ kita mengambil sikap, ini yang tepat untuk memimpin indonesia. Kita berusaha semaksimal mungkin memilih pemimpin dengan kelebihan yang tinggi dan kekurangan sesedikit mungkin,” ungkapnya.
Baca Juga: Dekat dengan Semua Partai Politik, Muhammadiyah Sleman Ingin Menjaga Silaturahmi Umat
Ia juga mengajak para peserta pemilu untuk mematuhi peraturan dan tidak berbuat curang. “Semua pihak patuhi peraturan yang sudah ada dan kita menunjukkan sebagai bangsa berkeadaban. Bangsa yang cerdas, rasional, menjaga kesantunan, kerukunan walau berbeda pilihan satu dengan yang lain,” paparnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia dengan mesin V8 twin-turbo dan teknologi elektrifikasi yang menghasilkan tenaga hingga 920 PS.
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.