Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Proses pencetakan kalender milik caleg di lokasi Percetakan Al-Fath di Kelurahan Demangan, Gondokusuman, Minggu (20/11/2023)./Harian Jogja-Alfi Annisa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang masa kampanye Pemilu dan Pilpres 2024 menjadi ladang berkah bagi para pengusaha percetakan di Kota Jogja.
Biasanya, caleg akan memesan kalender dalam jumlah banyak sebagai media kampanye. Di dalamnya terdapat foto dan nomor urut caleg agar masyarakat lebih mudah mengingat.
Salah satu percetakan di Kota Jogja Al-Fath, turut merasakan dampaknya. Pemilik Percetakan Al-Fath, Bani Al-Fath mengaku produksi bahkan meningkat hingga lebih dari empat kali lipat.
Peningkatan jumlah pesanan telah dia rasakan sejak awal Agustus lalu. Paling banyak dipesan adalah produk kalender, kartu nama, dan stiker. Menjelang kampanye, dia mengaku bisa memproduksi hingga puluhan ribu kalender.
"Stiker mungkin sudah ratusan ribu. Kalau kartu nama sudah tidak bisa terhitung," ujar Al-Fath saat ditemui di tempat produksi miliknya di Kelurahan Demangan, Gondokusuman, Senin (20/11/2023).
Dia mengatakan, pelanggan tak hanya datang dari Kota Jogja. Justru kebanyakan pelanggannya merupaka caleg dari luar Jawa. Misalnya, yang kini baru dia kerjakan adalah pesanan dari Makassar, Samarinda, dan Maluku.
Jumlah pesanan caleg, lanjutnya, tergantung tingkatan caleg. Biasanya, Caleg DPR RI akan memesan dengan jumlah yang jauh lebih banyak ketimbang Caleg DPRD Kabupaten atau Kota. "DPR RI bisa puluhan juta rupiah. Kalau DRPD kabupaten, kota, atau provinsi sekitar Rp2 juta sampai maksimal Rp10 juta," ujar dia.
BACA JUGA: Catat! Ini Daftar Jalan di Kota Jogja Tidak Boleh Dipasangi Materi Kampanye
Di luar masa kampanye, pesanan juga akan meningkat pada saat akhir tahun dan tutup tahun pelajaran. Selain kalender, Al-Fath juga menyediakan cetak buku dan majalah.
Namun, masa kampanye baginya tetap menjadi momen panen tiap 5 tahun sekali. Bahkan, dia sampai mencetak banner di tempat produksinya. Bertuliskan "cetak lebih awal kalender dan atribut kampanye". Ini untuk memastikan caleg bisa memesan lebih awal dan tidak mepet tanggal dimulainya kampanye. "Kami kasih peringatan lebih awal. Lebih awal, lebih baik, antreannya biar tidak menumpuk. Sekarang kan antriannya menumpuk, mau tidak mau prosesnya lebih lama," ujarnya.
Meski permintaan meroket, Al-Fath tak mau aji mumpung. Harga kalender, kartu nama, dan stiker yang dia jual dibanderol dengan harga normal. "Kalau kalender range harganya Rp1.500, kartu nama Rp20.000 satu boks isi 100 kartu nama," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.