Advertisement

Meski Anggaran Habis, BPBD Sleman Masih Dropping 48.000 Liter Air Bersih

Jumali
Rabu, 29 November 2023 - 14:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Meski Anggaran Habis, BPBD Sleman Masih Dropping 48.000 Liter Air Bersih Ilustrasi. - Antara foto/ Okky Lukmansyah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan tetap melakukan dropping air bersih, meski saat ini anggaran telah habis dan status siaga darurat bencana kekeringan selesai, Kamis (30/11/2023). BPBD Sleman memilih menggandeng sejumlah pihak yang peduli terhadap kekeringan di Sleman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan meski anggaran dropping senilai Rp50 juta habis sejak 10 hari lalu, pihaknya tetap akan melakukan dropping air ke sejumlah wilayah. Sebab, saat ini masih ada wilayah yang butuh dropping air bersih.

Advertisement

BACA JUGA: Jokowi Jawab Kririk Megawati yang Menyebut Penguasa Saat Ini Seperti Orde Baru

"Hari ini kami dropping air sebanyk 48.000 liter. Sebanyak 14.000 liter ke Minggir, Mlati dan Gamping dengan tangki dari PUPR. Sebanyak 20.000 liter untuk Pakem dan Tempel dengan tangki BPBD. Lalu ada 14.000 liter untuk Tempel dan Turi dengan tangki dari PMI," kata Bambang, Rabu (29/11/2023).

Siaga Darurat Kekeringan Berakhir Besok

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sleman akan berakhir pada Kamis (30/11/2023).

Hal ini mengacu kepada Keputusan Bupati Sleman No.623/Kep.KDH/A/2023 yang ditandatangani oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada 31 Oktober 2023.

"Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sleman mulai tanggal 1 November 2023 sampai dengan 30 November 2023," kata Kustini dalam Keputusan Bupati tersebut.

Sementara untuk antisipasi terjadinya kekeringan pada tahun mendatang, Bambang mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti BBWSSO dan BP2W. Koordinasi dengan BBWSSO penting dilakukan terkait pematian air di Selokan Mataram. Sedangkan koordinasi dengan BP2W terkait dengan pembuatan sumur dalam dan Pamsimas.

"Kami juga gandeng PDAM Sleman untuk bisa menjangkau wilayah yang selama ini dilanda kekeringan," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement