Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Sebuah kendaraan melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang dibangun di tahap awal di Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari. Jalur ini dinilai masih terlalu sempit dan banyak tikungan yang tajam. Kamis (30/11/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul mulai dari Kapanewon Rongkop-Purwosari sudah tersambung dan hampir selesai pembangunannya. Meski demikian, untuk Kapanewon Panggang hingga perbatasan Bantul di Kapanewon Purwosari masih dikeluhkan warga karena dinilai belum representatif.
JJLS yang dibangun paling awal atau sekitar 2006 ini memiliki Panjang kurang lebih 15 kilometer. Jalur ini menghubungkan dari Legundi di Kalurahan Girimulyo sampai dengan Girijati di Kapanewon Purwosari.
Lurah Girimulyo, Panggang, Sunu Raharjo menyambut baik selesainya pembangunan JJLS di Gunungkidul. Menurut dia, wilayahnya sebagian sudah dibangun sejak 2006 lalu meliputi Pedukuhan Legundi menuju sisi barat ke Kalurahan Giripurwo di Kapanewon Purwosari.
Adapun di sisi timur meliputi Pedukuhan Legundi menuju ke Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang yang selesai dibangun di 2021 lalu. Ia tidak menampik ada perbedaan mencolok di antara kedua jalur karena jalan di sisi timur lebih representatif karena jalanya lurus dan lebar.
Kondisi berbeda terlihat di jalur sisi timur hingga Kalurahan Girijati yang berbatasan dengan Parangtritis, Bantul jalannya masih sempit. Selain itu, jalurnya juga banyak tikungan sehingga kendaraan besar seperti bus pariwisata masih berbahaya saat melintasinya.
“Kalau yang sisi timur sudah sangat bagus karena jalurnya lebar dan lurus. Sedangkan sisi barat [Legundi menuju Girijati] masih sangat sempit sehingga belum representatif untuk dilalui kendaraan besar,” kata Sunu, Kamis (30/11/2023).
Menurut dia, sudah ada wacana yang berkembang bahwa di jalur lama JJLS akan dilebarkan. Meski demikian, hingga sekarang tidak ada realisasinya karena sosialisasi pembebasan untuk perluasan jalan juga belum terlaksana.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan JJLS yang dibangun awal masih sangat sempit dan kondisinya berbeda jauh dengan ruas yang baru. “Perbedaannya sangat mencolok. Sebab di jalur lama masih sempit karena tidak selebar dengan jalur yang dibangun mulai dari Legundi hingga Kapanewon Rongkop,” katanya.
Ia berharap setelah pembangunan Kelok 18 di perbatasan Gunungkidul-Bantul selesai, maka pelebaran JJLS mulai dari Girijati hingga Legundi di Kalurahan Girimulyo bisa direalisasikan. “Kalau sekarang masih harus berhati-hati karena banyak tikungan tajam dan jalurnya masih sempit. Jadi, harus ada pelebaran dan normalisasi agar jalurnya lebih mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.