DPRD Gunungkidul Soroti Data Kemiskinan, Minta Bansos Tepat Sasaran
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Kusir menyiapkan andongnya di Malioboro, Kamis (23/11)/Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mengaku telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menyiapkan destinasi wisata masing-masing menyambut masa libur akhir tahun. Nantinya wisatawan akan dibatasi menyebar ke sejumlah titik agar tidak terpusat di Kota Jogja saja.
Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengatakan, pihaknya sudah melakukan diskusi internal agar seluruh destinasi wisata menyiapkan semaksimal mungkin untuk menyambut kunjungan wisata yang diprediksi membludak pada akhir tahun nanti. Tidak hanya kebersihan dan fasilitasnya saja melainkan sumber daya manusia nya pun harus siaga.
BACA JUGA : Libur Akhir Tahun, Dinas Pariwisata Gunungkidul Memperbanyak Promosi
"Mitigasi wisata juga kita siapkan, selain kesiapan menerima wisatawan, juga kita antisipasi dari sisi gawat darurat kaitannya dengan hujan dan mitigasi lainnya. Misalnya jalan licin, di tebing juga perlu dijaga agar tidak longsor makanya perlu persiapan, perlu ada signing yang mengingatkan wisatawan," kata Singgih, Senin (4/12/2023).
Menurutnya, masa pergantian tahun nantinya akan banyak event yang diselenggarakan di sejumlah titik. Hal ini guna mengantisipasi konsentrasi wisatawan yang biasanya hanya berpusat di tengah kota serta mencegah munculnya kemacetan. Selain itu, koordinasi dengan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan dan sejumlah sukarelawan lain akan dilakukan guna membuat wisatawan nyaman.
"Soal macet, kita belajar dari pengalaman tahun lalu, crowd-nya akan dibagi tidak hanya di kota tapi nanti di beberapa destinasi yang lain juga, terbukti tahun lalu kan cukup berhasil kita kolaborasi dengan Polres, Dishub,dan kabupaten/kota. Untuk Polres kita akan kolaborasi juga soal manajemen dan pengalihan arus dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan wisatawan," jelasnya.
Singgih juga meminta agar wisatawan yang berkunjung ke wilayah setempat untuk cerdas dan bijak. Sebab masa libur akhir tahun yang berbarengan dengan masa kampanye disinyalir rentan terhadap kejadian atau insiden-insiden yang tidak diharapkan bersama.
"Karena tahun politik hendaknya masyarakat bijak ya dengan merayakan masa akhir tahun, tetap waspada dengan kondisi cuaca dan patuhi rambu lalu lintas, dapatkan informasi dari Pemda atau polisi untuk jalur yang nantinya diatur, parkir juga pasti akan kita informasikan mana yang tersedia dan tentunya kita akan mengingatkan wisatawan untuk patuh dan tertib," ujarnya.
BACA JUGA : Libur Natal dan Tahun Baru, Dishub DIY Pasang Penghitung Kendaraan
Singgih juga optimistis liburan akhir tahun ini target soal kunjungan wisata ke Jogja tercapai. Pihaknya juga ingin agar wisatawan yang datang berlibur ke Jogja tidak hanya dihitung berdasarkan kuantitasnya saja, tetapi juga kualitas yang lebih penting dan berdampak pada perekonomian warga sekitar.
"Soal target kita optimistis karena kita menuju quality tourism bukan mass tourism ya, bukan kepada jumlah saja tapi dampaknya dari wisatawan yang berkunjung bisa berdampak positif. Untuk itu semua hal perlu dipersiapkan. Termasuk destinasi yang rentan akan kita pantau sebelum masuk liburan, termasuk yang K3 ya akan kita kolaborasikan dengan Disnaker untuk cek dan memastikan itu aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.