Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Wisatawan berada di area pemecah ombak, Pantai Glagah, Kulongprogo - ist/Kulonprogokab.go.id
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pantai Glagah Kulonprogo mencatatkan jumlah pendapatan asli daerah (PAD) dari awal tahun sampai Sabtu (9/12/2023) sebesar Rp3,6 miliar.
Pantai Glagah merupakan destinasi favorit dan strategis karena dekan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan jalur jalan lintas selatan (JJLS).
Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto mengatakan Pantai Glagah menjadi salah satu destinasi favorit yang sering dikunjungi wisatawan di bandingkan destinasi lain.
BACA JUGA: Jelajah Ruang Menoreh Geoheritage Run and Walk Tarik Minat Wisman
“Rata-rata kalau musim liburan justru [banyak] orang luar kota yang mampir ke sini. Aksesnya juga dekat dengan tembusan JJLS, ada YIA juga,” kata Agus ditemui di TPR Pantai Glagah, Selasa (12/12/2023).
Agus menambahkan pengunjung akan mulai ramai masuk pekan ketiga dan empat bulan Desember 2023 sampai pekan pertama bulan Januari 2024. Dia memprediksi pekan ketiga akan ada lebih dari 10.000 pengunjung.
“Tiap tahun berubah-ubah angka kunjungan. Tapi kalau rata-rata ya 10.000an. Kalau melihat tahun 2022, per tanggal 1 Januari saja ada 14.000 pengunjung,” katanya.
Dia mengaku pada tanggal (24/12/2023) Pantai Glagah akan mengadakana acara musik. Sedangkan malam tahun baru akan ada pesta kembang api.
Agus juga akan menambah stok karcis menjadi 50.000 lembar atau 500 buku dengan satu buku berisi 100 lembar. Selain karcis tersebut, TPR telah menyediakan pembayaran digital melalui QRIS.
Dari awal bulan Desember sampai tanggal (10/12/2023), sudah ada 9.836 pengunjung. Sebanyak 9.226 membayar melalui karcis, sementara 610 melalui e-ticket.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran (PHRI) Kulonprogo, Sumantoyo mengatakan okupansi hotel di Kulonprogo cenderung turun.
“Okupansi cenderung turun dari 60 persen menjadi 57 persen menjelang libur nataru. Mungkin nanti setelah masuk liburan akan naik,” kata Sumantoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.