Long Weekend Bikin Hotel di Bantul Penuh, Okupansi Capai 70 Persen
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Investasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pada tahun ini beberapa negara seperti Prancis, Korea Selatan dan Swiss sudah mulai melakukan penjajakan untuk mengembangkan investasinya di DIY.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY Agus Priyono mengatakan perwakilan masing-masing negara sudah bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu. Hanya Agus menilai, biasanya investasi akan dilaksanakan jauh hari ke depan setelah pertemuan.
"Untuk tahun depan kita masih lihat. Beberapa negara yang datang dan berniat itu juga kadang cukup lama baru investasi, kan ga langsung. Mereka tentu lewat penjajakan dulu, baru duit banyak kan harus hati-hati dan yakin bahwa ke depan ada return dan hasil investasi memang sesuai dengan yang diharapkan," paparnya, Selasa (19/12/2023)
Baca Juga:
Agar Tak Sekedar FOMO, Ini Tips Memulai Investasi dari BEI DIY
Pemain Saham di DIY Sudah Banyak, Begini Cara Menjadi Investor Pasar Modal bagi Pemula
Pemda DIY Kucurkan Danais Rp1 Miliar untuk Investasi di Kalurahan
"Biasanya panjang, setelah datang biasanya empat sampai lima tahun lagi bagi investi. Persyaratannya kan juga enggak semudah dagang, apalagi PMA harus berhubungan dengan pusat dan koordinasi dengan daerah, itu lebih lengkap dari pada dalam negeri. Kadang begitu, tiga tahun baru masuk atau tiba-tiba ga ada rencana langsung masuk, utamanya di telekomunikasi tiba-tiba masuk dan seperti itu, begitu melihat peluang langsung invest," sambungnya.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP DIY Siti Inganati menjelaskan sampai dengan TW III/ 2023 ini, realisasi investasi DIY mencapai Rp3,7 triliun dengan realisasi terbesar ada di Kabupaten Sleman sebesar Rp2,2 triliun diikuti Kota Jogja sebesar Rp733 miliar, Bantul Rp444 miliar, Kulon Progo Rp195 dan Gunungkidul sebesar Rp139 miliar.
"Realisasi investasi didominasi oleh di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, dengan penyumbang realisasi terbesar dari pembangunan jalan tol Jogja Bawen. Kemudian diikuti dengan hotel dan restoran yang tersebar di Sleman, Kota Jogja, Kulon Progo dan Gunungkidul," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas