Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir Februari 2024. Peningkatan kewaspadaan ini sebagai upaya mengurangi dampak pada saat terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, upaya kesiapsiagaan untuk menghadapi dampak dari cuaca ekstrem terus dilakukan. Salah satunya dengan meningkatkan status kebencanaan menjadi siaga darurat bencana hidrometeorologi, baik kering maupun basah.
Menurut dia, penetapan sudah berlaku sejak 1 Desember 2023 lau dan berlangsung hingga 29 Februari 2024. “Siaga darurat bencana berlaku selama tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi terkini di lapangan,” kata Makwan kepada wartawan, Senin (8/1/2024).
BACA JUGA : BPBD Bantul Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Menurut dia, status siaga darurat bencana ditetapkan sebagai antisipasi untuk menghadapi potensi bencana sehingga dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin. Makwan memastikan seluruh personel yang dimiliki bersama dengan para relawan terus siaga dan siap diterjunkan pada saat terjadi peristiwa.
“Semua kami siagakan untuk menghadapi ancaman dari bencana hidrometeorologi,” ungkapnya.
Makwan mengatakan, di awal tahun ini sudah ada beberapa kejadian mulai dari longsor, pohon tumbang hingga rumah rusak yang diakibatkan karena cuaca ekstrem. Berdasarkan data yang dihimpun total ada 229 persitiwa yang disebabkan karena angin kencang dan dua longsor.
Diperkirakan kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp282.810.000. “Warga terdampak sudah diberikan bantuan, namun kami berharap Masyarakat tetap mewaspadai adanya potensi bencana,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menambahkan, penetapan status kebencanaan sangat bergantung dengan kondisi kewilayahan terkini. Ia tidak menampik sempat ada sejumlah kejadian dikarenakan dampak dari cuaca ekstrem di awal 2024.
Meski demikian, hal tersebut tidak mengubah status bencana di Kabupaten Sleman. “Tidak ada peningkatan status dan masih siaga darurat bencana. Untuk tanggap darurat belum kami tetapkan hingga saat ini,” katanya.
BACA JUGA : Dampak Bencana Hidrometeorologi DIY Terjadi di Ratusan Titik, Ini Daftarnya
Meksi demikian, ia memastikan upaya kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mengurangi risiko pada saat terjadi bencana. “Kami berharap Masyarakat juga ikut berpartisipasi. Sebagai contoh untuk mengurangi risiko dampak dari pohon tumbang, bisa memangkas dahan dan ranting pohon di sekitaran rumah yang telah rimbun,” katanya.
Hal sama juga berlaku untuk potensi banjir dapat dilakukan dengan memastikan saluran irigasi di sekitaran rumah tidak mampet. “Kalau mampet harus dibersihkan agar aliran tidak terhambat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.