Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Ilustrasi leptospirosis./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL–Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara menyampaikan jumlah kasus leptospirosis tahun 2023 lebih tinggi daripada tahun 2022. Dinas Kesehatan (Dineks) Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai penularannya.
“Penyakit leptospirosis tahun 2023 kasus ini cukup banyak kita jumpai. Penyakit yang disebabkan oleh kuman yang disebabkan oleh air kencing tikus,” ujarnya Kamis (11/1/2024).
Berdasarkan data Dinkes Bantul tahun 2023 ada 168 kasus leptospirosis dengan 11 orang diantaranya meninggal dunia. Sementara jumlah kasus leptospirosis tahun 2022 ada 137 kasus, dengan 4 orang diantaranya meninggal dunia.
Agus mengimbau masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit tersebut.
“Masyarakat harus waspada terhadap genangan air, di tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus. Masyarakat [dapat] menggunakan alas kaki, agar tidak terkena kuman leptospira,” imbuhnya.
Beberapa gejala penyakit tersebut yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain demam, mual, sakit kepala, diare, mata merah, dan nyeri otot. Dia pun meminta masyarakat yang mengalami gejala tersebut agar dapat memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.
“Kalau ada gejala seperti itu bisa segera ke fasyankes terdekat, segera diperiksa, dipastikan sakitnya apa,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Leptospirosis Bantul Melonjak Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
BACA JUGA: Selama 2022, Empat Warga Bantul Meninggal karena Leptospirosis
Menurutnya apabila penyakit tersebut ditemukan pada fase awal dengan gejala yang masih ringan maka upaya pengobatan penyakit tersebut lebih mudah untuk dilakukan.
“Kalau ditemukan pada fase awal lebih mudah untuk disembuhkan, jangan sampai ke fasyankes dalam kondisi berat, penurunan kesadaran dan sebagainya atau ada kesulitan buang air kecil yang sudah berat, berarti kan sudah ada gangguan sampai ke ginjalnya,” katanya.
Dia pun berharap agar masyarakat segera memeriksakan diri sebelum mengalami gejala berat. Karena menurutnya beberapa penderita penyakit tersebut yang meninggal disebabkan karena terlambat mendapatkan akses ke fasyankes.
Dinkes Bantul pun telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tiap kapanewon untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Dia berharap kepedulian masyarakat mengenai penyebaran penyakit tersebut semakin meningkat, sehingga penularan penyakit tersebut dapat ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.
Inggris menang 2-0 atas Republik Ceko di UEFA Nations League. Anthony Gordon dan Harry Kane mencetak gol kemenangan Inggris.
Spanyol menang 4-1 atas Kroasia di UEFA Nations League 2026/2027. Lamine Yamal mencetak dua gol, disusul Marc Pubill dan Nico Williams
Prakiraan cuaca DIY Rabu, 30 September 2026: mayoritas berawan, Kota Jogja cerah, suhu 22–33°C. Cek rincian per kecamatan.
Sleman menyelesaikan transfer depo Pandowoharjo untuk mendukung PSEL Regional DIY. Depo Donokerto menunggu anggaran ABT.