Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Minggir di Kalurahan Sendangsari, Minggir ditargetkan mulai beroperasi Maret 2024. Warga di sekitaran lokasi berharap keberadaan pengolahan sampah ini tidak menimbulkan polusi yang bisa merugikan Masyarakat.
Lurah Sendangsari, Afan Nur Hisan mengatakan TPST Minggir yang dibangun di wilayahnya masih dalam proses penyelesaian. Secara prinsip tidak ada masalah dengan fasilitas ini, namun ada beberapa harapan agar saat beroperasi tidak sampai menimbulkan masalah bagi warga.
“Jangan sampai ada bau, lalat atau polusi lainnya yang bisa merugikan Masyarakat. Jika hal tersebut terjadi, warga berhak menutup TPST,” kata Afan kepada wartawan, Kamis (11/1/2024).
Baca Juga
Hore! TPST Minggir Mulai Beroperasi pada Maret 2024
Kuota Pembuangan di TPA Piyungan Terus Berkurang, Pemkab Sleman Genjot TPST di Area Ini
Apa Kabar Progres Pembangunan TPST Minggir, Begini Penjelasan Bupati Sleman
Selain permintaan untuk mengurangi risiko polusi, warga juga berharap bisa ikut dilibatkan pada saat TPST beroperasi. “Jadi warga sekitar bisa mengisi untuk tenaga kerja. Kami juga memiliki Spamdes yang siap memasok kebutuhan air dalam proses pengoperasian,” katanya.
Afan menambahkan ada permintaan warga agar akses keluar TPST dapat dipisah sehingga ada pembangunan jalan baru untuk operasional. Adapun rutenya dari Selatan ke utaran, sedangkan akses lainnya dikhususkan beraktivitas masyarakat. “Harus ada jalan baru sehingga tidak menggangu aktivitas warga,” katanya.
Pembangunan TPST Minggir memanfaatkan tanah kas desa di Padukuhan Denokan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristyanti mengatakan pembangunan TPST Minggir masih berlangsung dan ditarget beroperasi Maret 2024. Ia tidak menampik, untuk fisik bangunan sudah selesai, tapi masih ada beberapa penyempurnaan infrastruktur.
Ia mencontohkan seting alat sangat dibutuhkan guna mengetahui kemampuan pengolahan sampah agar dapat berfungsi dengan optimal. “Tentunya harus diujicoba juga karena target kami, Maret sudah beroperasi,” katanya.
Selain itu, juga ada pembangunan akses jalan menuju hangar pengolahan sejauh satu kilometer. Pembangunan sudah merupakan kesepakatan dengan pihak kalurahan agar ada jalur tersendiri bagi armada pengangkut sampah. “Pembangunan jalan ini juga menghindari risiko kerusakan jalan lingkungan di masyarakat. Untuk progresnya, sudah dibuatkan talut di sekitaran jalan ke TPST,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.