38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman memastikan hingga akhir Januari ini belum ditemukan kasus penyebaran DBD. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi penyebaran penyakit ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, ada tren penurunan kasus penyebaran DBD di Bumi Sembada. Hal ini terlihat jumlah penularan kasus dalam dua tahun terakhir.
Di 2022 tercatat warga yang terjangkit sebanyak 330 warga dinyatakan terjangkit DBD, dengan korban meninggal dunia tiga orang. Adapun di 2023, kasusnya menurun dikarenakan dalam setahun hanya ditemukan sebanyak 146 kasus.
“Tahun lalu yang meninggal dunia ada satu kasus,” kata Cahya kepada wartawan, Jumat (26/1/2024).
Baca Juga
Peneliti UGM Pastikan Nyamuk Aedes Aegypti dengan Wolbachia Aman untuk Manusia dan Lingkungan
Valid dan Teruji! Nyamuk Wolbachia Tak Berdampak Buruk ke Manusia
Ini Dugaan Penyebab Kasus DBD Melonjak
Dia menjelaskan untuk penyebaran di awal 2024 juga masih landai. Meski telah memasuki musim hujan dan penyebaran DBD erat kaitannya dengan musim basah ini, namun hingga akhir Januari belum ditemukan satu kasus pun terkait dengan warga yang terjangkit penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegepty ini.
“Kasusnya masih nol dan mudah-mudahan bisa terus terkendali seperti tahun sebelumnya. Kalau dengue fever ada tiga kasus, tapi ini bukan DBD, karena meski mengalami demam tapi tidak sampai mengeluarkan darah,” katanya.
Meski belum ada temuan kasus sama sekali, namun ia meminta kepada Masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi penyebaran penyakit DBD. Terlebih lagi di musim hujan seperti sekarang potensi penambahan kasus mungkin sehingga harus ada upaya pencegahan.
“Salah satunya dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat [PHBS],” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, upaya sosialisasi terhadap pencegahan DBD terus dilakukan. Salah satunya melalui Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) dengan melibatkan kader-kader Kesehatan di Tingkat kalurahan.
“Penerapan PHBS serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting dalam upaya menjaga Kesehatan sehingga tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Selain itu, untuk mengurangi risiko terjangkit juga dilakukan upaya Gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Ia berpendapat, Masyarakat sudah mengetahui cara penanggulangan mulai dengan menutup tempat-tempat wadah air, mengurah hingga mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Ini penting agar pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD bisa terus ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Kenali perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan REEV pada mobil listrik dan hybrid sebelum memilih kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Jose Mourinho dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk kembali melatih Real Madrid dengan kontrak dua tahun.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S