Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Ilustrasi Panen padi/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Dampak kemarau Panjang yyang terjadi di tahun lalu masih akan dirasakan hingga awal 2024. Pasalnya, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman memprediksi panen raya padi akan mundur selama dua bulan.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, adanya kemarau Panjang di 2023 berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Sleman. Meski tidak menyebut angka pasti, ia mengakui ada penurunan produktivitas padi di tahun lalu.
“Datanya masih di teman-teman, tapi produksinya menurun karena kita kehilangan masa panen ketiga akibat kemarau Panjang,” kata Suparmono saat dihubungi, Minggu (4/2/2024).
Selain produktivitas yang menurun di 2023, dampak kemarau Panjang juga masih akan dirasakan di awal tahun. Hal ini tak lepas mundurnya masa tanam di awal penghujan.
Menurut dia, pada Desember terjadi anomaly cuaca dikarenakan yang biasanya sudah terjadi hujan lebat, namun kondisinya malah kering. Kondisi ini pun berdampak terhadap masa tanam yang mengalami kemunduran.
“Sebenarnya akhir November 2023 sudah hujan, tapi tiba-tiba menghilang di Desember. Petani pun belum bisa menanam karena air yang di butuhkan masih kurang untuk mengolah lahan,” katanya.
Di waktu normal, sambung Suparmono, memasuki Februari-Maret sudah mulai masa panen. Namun, untuk tahun ini belum bisa dikarenakan masa tanam kebanyakan baru terlaksana di Januari.
BACA JUGA: 1.068,6 Hektare Lahan Pertanian di Sleman Terancam Gagal Panen
“Mundur sekitar dua bulan. Kemungkinan April-Mei baru banyak panennya,” katanya.
Meski demikian, dia berharap hasil panen tetap bisa optimal. Oleh karenanya, upaya pendampingan terus dilakukan melalui petugas di lapangan.
“Penyuluhan-penyuluhan terus digerakan. Salah satunya upaya pemberantasan hama sejak dini agar padi bisa tumbuh subur dan panennya bisa maksimal,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan, pertanian di Sleman sangat terdampak terjadinya kemarau Panjang di 2023. Ketersediaan air yang terbatas membuat petani banyak yang memilih menganggurkan lahan, khususnya di masa tanam Agustus sampai Desember 2023.
Sebagai gambaran di masa tanam Januari-April 2023 luasan panen mencapai 17.500 hektare. Empat bulan kemudian atau di masa tanam Mei-Agustus luasanya turun sedikit menjadi 16.523,4 hektare.
Adapun di periode Agustus-Desember atau bertepatan dengan puncak musim kemarau lahan yang bisa ditanami dan dipanen seluas 7.807 hektare. “Kemarau Panjang memang sangat berdampak terhadap para petani,” kata Siti.
Dia menjelaskan, secara akumulasi luas panen juga cenderung turun. Sebagai gambaran di 2022, luasan panen mencapai 42.353 hektare.
Adapun luas panen di 2023 sekitar 41.830 hektare. Turunnya luas panen juga berdampak terhadap produktivitas padi yang dihasilkan.
Tahun lalu gabah kering giling yang dihasilkan mencapai 251.250 ton. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian panen di 2022 seberat 256.708 ton.
“Gabah kering giling yang dihasilkan ada penurunan sekitar 5.000 ton di 2023 karena dampak dari kemarau Panjang yang terjadi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.
Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah negara tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar budaya antikorupsi selalu melekat dalam diri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya.