Normalisasi Sungai Jogja Dikebut, Code Jadi Prioritas Rampung 2 Tahun
Normalisasi Sungai Jogja dipercepat. Pemkot menargetkan Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong rampung dalam dua tahun dengan penataan bantaran.
Tangkapan layar kondisi bus yang terguling di sekitar Bukit Bego, Bantul. - SAR DIY Distrik Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Lurah Girijero, Dwi Yuli Purwanti yang tinggal sekitar 200-300 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) bus terguling di Bukit Bego, Bantul memberikan kesaksian mengenai kecelakaan tersebut. Dwi mengaku sempat mendengar suara kencang dari arah TKP.
Menurut Dwi, jika terjadi kecelakaan atau kendaraan jatuh di sekitar TKP, pasti terdengar dari rumahnya. "Setiap kali ada kendaraan jatuh kedengaran," katanya ditemui sesaat setelah kejadian di rumahnya, Kamis (8/2/2024).
Saat terjadi kecelakaan hari ini, Dwi mengaku baru pulang dari takziyah di dua lokasi yang berbeda di Bantul. Tak berapa lama sampai rumah, dia mendengar suara keras. Kemudian dia pun menuju sumber suara tersebut.
Dari rumahnya pun dia mendengar ada banyak suara tangisan. Lantas dia menghampiri sumber suara tersebut. "Kedengaran dari sini [rumahnya] banyak yang menangis. Pasti kecelakaan, terus saya naik motor ke sana," katanya.
Saat dia sampai ke TKP sudah baru ada Polsek Imogiri dan ada beberapa warga setempat yang menolong. "Saya ke sana masih awal, baru ada pak polisi beberapa orabf. Lalu ada yang minta, bu tolong carikan alat, ada yang tergencet di bawah," katanya.
Setelah itu dia menghubungi FPRB Kalurahan Girirejo. Setelah itu berdatangan Basarnas, dan relawan dari Kalurahan Girirejo, Wukirsari dan Mangunan untuk membantu proses evakuasi korban.
Saat dia sampai di TKP, masih ada puluhan korban berbagai usia, laki-laki dan perempuan yang menangis dan tubuh yang sudah penuh luka. Para korban pun telah duduk di sebelah bus.
Baca Juga
Diduga Ini Penyebab Bus Terguling di Bukit Bego Bantul
Update Bus Terguling di Bukit Bego Bantul, Tiga Orang Meninggal dan Puluhan Luka-Luka
Begini Kronologi Bus Terguling di Bukit Bego Bantul Versi Penumpang Selamat
Menurut dia, rombongan bus tersebut baru saja berwisata dari Bukit Becici dan akan melanjutkan ke Pantai Parangtritis.
Menurut kesaksian dari warga setempat, imbuhnya, bus tersebut berjalan dari arah Bukit Bego dan bus tersebut melaju tidak begitu cepat.
"[laju bus] Tidak seperti rem blong karena awalnya pelan, tetapi di situ ada tikungan sehingga terguling ke arah selatan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Sungai Jogja dipercepat. Pemkot menargetkan Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong rampung dalam dua tahun dengan penataan bantaran.
Setahun hilang, Mozza Axillia Gunarsa belum ditemukan. Polisi masih menyelidiki, sementara keluarga terus berharap gadis calon mahasiswi Undip itu pulang.
Pemkot Pekalongan mengembangkan green house melon premium di delapan lokasi untuk menarik minat generasi muda bertani modern.
OJK menyetujui penggabungan delapan BPR ke PT BPR Pusaka Dana untuk memperkuat permodalan, efisiensi, dan layanan bagi masyarakat.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
KAI mencatat 10 stasiun KA jarak jauh tersibuk pada semester I 2026. Stasiun Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 3,2 juta pelanggan.