Advertisement

Stabilkan Harga, Pemkab Sleman Gelontorkan 38 Ton Beras untuk Operasi Pasar

David Kurniawan
Rabu, 21 Februari 2024 - 17:17 WIB
Ujang Hasanudin
Stabilkan Harga, Pemkab Sleman Gelontorkan 38 Ton Beras untuk Operasi Pasar Salah seorang warga sedang membeli beras dalam kegiatan pasar murah yang digelar di Lapangan Sanggrahan di Kalurahan Tirtoadi, Mlati. Rabu (21/2/2024). - harian Jogja / David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman menggelar pasar murah di empat lokasi mulai Rabu (21/2/2024). Total beras yang dipersiapkan mencapai 38 ton.

Kepala Disperindag Sleman, Rr. Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan pasar murah perdana dilaksanakan di Lapangan Sanggrahan di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Rabu pagi. Rencananya kegiatan yang sama akan dilakukan dilaksanakan di Kapanewon Seyegan, Turi dan Kalasan.

Advertisement

“Jadi ada empat lokasi pasar murah yang kami gelar pada Februari ini,” kata Mae kepada wartawan, Rabu siang.

Dia menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan untuk upaya stabilitas harga kebutuhan poko di pasaran. Ia tidak memungkiri pada saat ini terjadi kenaikan harga mulai dari beras, telur hingga gula pasir.

Adapun pelaksanaan pasar murah juga melibatkan gabungan kelompok petani, peternak ungags, pelaku usaha dan Bulog. Total bahan-bahan yang disediakan di antaranya beras seberat 38 ton, telur ayam empat ton, gula pasir delapan ton dan minyak goreng enam ton.

“Ini persediaan secara menyeluruh. Nantinya akan dibagi menjadi empat sesuai dengan titik pasar murah sehingga setiap titiknya mendapat jatah beras sekitar sembilan ton, telur satu ton dan gula dua ton,” katanya.

BACA JUGA: Pasar Murah Akan Digelar di Sleman, Berikut Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Menurut dia, pasar murah bertajuk Semar Mesem. Ini kepanjangan dari Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat.

Menurutnya, pasar murah terbuka bagi warga di Sleman. Meski demikian, pembelian disyaratkan membawa KTP-el dan pembelian dibatasi satu kali untuk setiap warga.

“Untuk KTP-el bisa digunakan untuk membeli beras SPHP lima kilogram, non-SPHP sepuluh kilogram, gula dan telur masing-masing paling banyak dua kilogram,” katanya.

Salah seorang warga Padukuhan Pogung, Siduadi, Mlati, Endarwati mengaku senang dengan adanya pasar murah yang diselenggarakan pemkab. Ia mengaku datang ke Lapangan Sanggrahan untuk membeli beberapa kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak hingga telur.

Menurut dia, harga yang dipatok relative terjangkau. Ia mengungkapkan untuk beras di pasaran sudah tembus Rp17.000 per kilogram, tapi saat pasar murah di kisaran Rp14.000 per kilogram.

“Sangat membantu dan harapannya bisa dilakukan secara rutin agar harga-harga bisa terjangkau untuk Masyarakat sehingga tidak merasa terbebani,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik LHKPN 2 Pejabat Pemilik Kripto Miliaran Rupiah

News
| Rabu, 24 April 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement