Faskes Gunungkidul Masih Kekurangan Dokter Spesialis
Dinkes Gunungkidul mengakui jumlah dokter spesialis masih kurang. Dari 11 lowongan CPNS, hanya satu formasi yang terisi.
Ilustrasi pemilu - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman terus melakukan pengawasan terhadap rekapitulasi perhitungan suara berjenjang dari kapanewon sampai kabupaten. Meski demikian, hingga sekarang belum ada caleg yang complain terhadap perhitungan tersebut.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, proses perhitungan suara hingga sekarang masih berlangsung. Meski tidak menyebut secara rinci, ia mengakui sudah ada beberapa kapanewon yang menyelesaikan rekapitulasi.
“Tapi belum semua karena ada beberapa kapanewon yang masih melakukan rekap perhitungan dari TPS. Ini kami terus melakukan pengawasan,” kata Arjuna, Kamis (22/2/2024).
BACA JUGA : Kritisi Kenaikan Gaji Bawaslu, Aktivis Pro Demokrasi Jogja : Layaknya Suap dan Sogokan
Selain pengawasan terhadap proses rekapitulasi perhitungan suara, ia mengakui bawaslu juga membuka layanan pengaduan terhadap potensi hilangnya suara yang dimiliki para caleg. Namun, hingga saat ini belum ada caleg mengeluh berkaitan dengan proses rekap yang masih berlangsung.
“Belum ada keluhan dari caleg. Tapi, misalnya ada maka tidak masuk kategori sengketa antar peserta, namun bawaslu bisa menyelediki laporannya, karena proses perhitungan masih berlangsung,” katanya.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman di pemilihan sebelumnya, potensi aduan dari caleg sangat memungkinkan. Laporan tersebut akan dijadikan masukan untuk perbaikan proses selama rekap, bila memang ada pengalihan suara antar caleg maupun antar parpol.
Arjuna menambahkan, keluhan yang masuk ke Bawaslu Sleman hanya terkait dengan data real count di web milik KPU. Meski tidak menyebut nama, ia mengakui ada caleg DPR RI yang suaranya menurun didalam aplikasi tersebut.
“Kalau soal aplikasi real count, kami jelaskan bahwa ranah tersebut ada di KPU. Bawaslu RI beberapa waktu lalu juga sudah memberikan masukan ke KPU terkait dengan data di real count, tapi kami juga memperhatikan keluhan ini untuk lebih teliti lagi dalam pengawasan di proses rekap yang berlangsung,” katanya.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. Pasalnya, pada saat dikirimi pesan singkat maupun dihubungi melalui sambungan telepon belum menjawab.
BACA JUGA : Pengawasan Tak Optimal, Bawaslu DIY Didemo dan Dihadiahi Kerupuk Melempem
Anggota KPU DIY, M Zaenuri Ikhsan mengatakan, hinga saat ini proses rekapitulasi masih berlangsung. Sesuai dengan tahapan, rekap masih di Tingkat kapanewon yang berlangsung hingga 2 Maret 2024.
Selanjutnya dilantukan untuk rekap di Tingkat kabupaten dengan batas waktu hingga 5 Maret 2024. “Selanjutnya akan dilakukan rekap dan penetapan untuk Tingkat provinsi,” kata Zaenuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul mengakui jumlah dokter spesialis masih kurang. Dari 11 lowongan CPNS, hanya satu formasi yang terisi.
Aprilia Racing tak menerapkan team orders selama Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masih punya peluang matematis juara MotoGP 2026.
Malware RatHat menyamar sebagai aplikasi populer dan mengeksploitasi aksesibilitas Android. Malware ini dapat mencuri password, PIN, dan kode OTP.
ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam 2026 menjadi 7,8%. Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%. Ini faktor pendorongnya.
MotoGP memperpanjang kontrak dengan Algarve International Circuit hingga 2029. GP Portugal 2026 digelar 20–22 November di Portimao.ss
Dengan modal sekitar Rp75 juta, masih ada pilihan mobil bekas non-LCGC tahun relatif muda. Honda Jazz dan Freed masuk dalam pantauan.