Tekan Pengangguran, Padat Karya Digelar di 65 Titik di Gunungkidul
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Ilustrasi pemilu - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman terus melakukan pengawasan terhadap rekapitulasi perhitungan suara berjenjang dari kapanewon sampai kabupaten. Meski demikian, hingga sekarang belum ada caleg yang complain terhadap perhitungan tersebut.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, proses perhitungan suara hingga sekarang masih berlangsung. Meski tidak menyebut secara rinci, ia mengakui sudah ada beberapa kapanewon yang menyelesaikan rekapitulasi.
“Tapi belum semua karena ada beberapa kapanewon yang masih melakukan rekap perhitungan dari TPS. Ini kami terus melakukan pengawasan,” kata Arjuna, Kamis (22/2/2024).
BACA JUGA : Kritisi Kenaikan Gaji Bawaslu, Aktivis Pro Demokrasi Jogja : Layaknya Suap dan Sogokan
Selain pengawasan terhadap proses rekapitulasi perhitungan suara, ia mengakui bawaslu juga membuka layanan pengaduan terhadap potensi hilangnya suara yang dimiliki para caleg. Namun, hingga saat ini belum ada caleg mengeluh berkaitan dengan proses rekap yang masih berlangsung.
“Belum ada keluhan dari caleg. Tapi, misalnya ada maka tidak masuk kategori sengketa antar peserta, namun bawaslu bisa menyelediki laporannya, karena proses perhitungan masih berlangsung,” katanya.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman di pemilihan sebelumnya, potensi aduan dari caleg sangat memungkinkan. Laporan tersebut akan dijadikan masukan untuk perbaikan proses selama rekap, bila memang ada pengalihan suara antar caleg maupun antar parpol.
Arjuna menambahkan, keluhan yang masuk ke Bawaslu Sleman hanya terkait dengan data real count di web milik KPU. Meski tidak menyebut nama, ia mengakui ada caleg DPR RI yang suaranya menurun didalam aplikasi tersebut.
“Kalau soal aplikasi real count, kami jelaskan bahwa ranah tersebut ada di KPU. Bawaslu RI beberapa waktu lalu juga sudah memberikan masukan ke KPU terkait dengan data di real count, tapi kami juga memperhatikan keluhan ini untuk lebih teliti lagi dalam pengawasan di proses rekap yang berlangsung,” katanya.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. Pasalnya, pada saat dikirimi pesan singkat maupun dihubungi melalui sambungan telepon belum menjawab.
BACA JUGA : Pengawasan Tak Optimal, Bawaslu DIY Didemo dan Dihadiahi Kerupuk Melempem
Anggota KPU DIY, M Zaenuri Ikhsan mengatakan, hinga saat ini proses rekapitulasi masih berlangsung. Sesuai dengan tahapan, rekap masih di Tingkat kapanewon yang berlangsung hingga 2 Maret 2024.
Selanjutnya dilantukan untuk rekap di Tingkat kabupaten dengan batas waktu hingga 5 Maret 2024. “Selanjutnya akan dilakukan rekap dan penetapan untuk Tingkat provinsi,” kata Zaenuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Kejagung menggeledah rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru dan menyita dokumen terkait penyidikan dugaan TPPU.
Real Madrid gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan bermain imbang 2-2 melawan Fiorentina pada laga uji coba pramusim di Austria.
Penguatan mental dan spiritual menjadi fokus pembangunan Sleman yang ditegaskan Harda Kiswaya saat pengajian Hari Bermuhammadiyah di Pakem.
Thailand kalahkan Malaysia 2-0 di Stadion Rajamangala. Gol penalti Yotsakorn dan Poeiphimai bawa Gajah Perang ke puncak klasemen Grup B.
Suami Ribkah Handayani rutin menjalani kontrol jantung setiap bulan dengan memanfaatkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).