SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Ilustrasi siswa makan siang - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—PGRI DIY mengaku tak setuju dengan penggunaan dana bos yang rencananya akan digunakan untuk program makan siang gratis. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sekarang dikucurkan dinilai masih belum mencukupi untuk operasional sekolah, apalagi ditambah dengan program makan siang gratis.
Ketua PGRI DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pihaknya setuju saja jika program itu digulirkan kepada anak sekolah. Sebab di DIY makan siang gratis sudah dilaksanakan di SLB, sehingga jika diperluas ke jenjang pendidikan lain menurutnya akan membuat anak-anak semakin semangat untuk bersekolah.
"PGRI menyambut baik program makan siang terutama di jenjang SD dan SLB itu saya kira penting, didahulukan kalau misal mau gantian," katanya, Senin (4/3/2024).
Aji menyebutkan yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah soal penggunaan dana. Jangan sampai program makan siang ke depannya menggunakan dana BOS. Sebab, di wilayah setempat dana Bos masih didukung pula dengan program Bosda untuk menambal kekurangan operasional sekolah.
BACA JUGA: Bapanas Mengklaim Harga Beras Turun Jadi Rp14.000 per Kilogram
"Jadi kalau dana apa adanya kemudian dikurangi makan siang maka operasionalnya menjadi lebih kurang lagi, kalau mau diadakan tentu Bos-nya harus ditambah," jelas Aji.
Menurut Aji, dana Bos yang sekarang sifatnya baru bantuan dan belum bisa mencukupi semua operasional sekolah. Di masa dirinya menjabat sebagai kepala dinas pendidikan DIY saja program makan siang gratis untuk murid SLB dananya diambil dari dana Bosda.
"Kalau makan siang gratis diserahkan ke masing-masing sekolah mekanismenya, mau ada tukang masak yang dibiayai atau pesan dari luar yang penting nilai asupan gizinya cukup sesuai dengan yang direncanakan," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sumber anggaran untuk memenuhi program makan siang sebesar Rp15.000 per anak tersebut sangat memungkinkan berasal dari dana BOS.
Airlangga mengatakan utamanya untuk anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sumber dana makan siang gratis dapat masuk ke dalam pos BOS.
“Karena model untuk SD dan SMP kita relatif punya sistem, punya pipeline angggran, salah satunya melalui BOS, secara spesifik itu bisa dibuat,” ungkapnya dikutip dari Bisnis.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Praperadilan Roy Suryo menggugat keabsahan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan pencekalan oleh Polda Metro Jaya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Pemerintah memperkuat mitigasi PHK di sektor industri. Said Iqbal menyebut tekanan berasal dari konflik global, daya beli, hingga relokasi investasi.