Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Foto ilustrasi pembagian bansos - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial (Dinsos) DIY mengakui bahwa target sasaran penyaluran bansos untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayahnya masih belum mencapai target. Dari 8.000 penerima yang ditargetkan bisa disasar hanya baru terkover sebanyak 7.338.
Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih mengatakan, program itu baru dijalankan pada 2024 ini, tapi di awal program belum bisa mencapai target sasaran. Hal ini dikarenakan banya hal mulai dari data calon penerima yang tidak valid lagi akibat meninggal dunia atau pindah lokasi.
"Atau ternyata calon penerima bansos itu sudah menerima program bantuan lain dari pemerintah. Itu kan tidak sesuai dengan kriteria," katanya, Senin (4/3/2024).
Endang menjelaskan, data yang diperoleh itu diterima dari masing-masing kabupaten kota yang sudah ditetapkan oleh bupati dan walikota. Masalah ini, kata dia akan coba dievaluasi ke depannya termasuk soal validasi data yang diberikan oleh kabupaten kota.
"Sebanyak 8.000 itu target kita di tahun pertama penyaluran bansos. Itu kita memang belum tercapai target, maka kita evaluasi terus. Data pun juga harus valid sesuai," jelasnya.
Program penyaluran bansos untuk penanganan kemiskinan ekstrem ini digulirkan Pemda DIY pada tahun dengan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan. Dalam skema penyaluran itu pihaknya bekerja sama dengan BPD DIY dan sejumlah warung yang ada di setiap wilayah.
BACA JUGA: Presiden Joko Widodo Memastikan Harga BBM Tidak Naik
Nantinya BPD DIY akan memberikan kode batang atau barcode yang berisi saldo kepada penerima bantuan untuk kemudian ditukarkan dalam bentuk sembako dan kebutuhan pokok.
"Ini dua yang kita bantu, selain warga lanjut usia juga warung klontong yang jualan kecil-kecil itu biar perekonomiannya berjalan terus," katanya.
Program ini disebut Endang rencananya akan digulirkan terus sampai tahun-tahun mendatang. Pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaannya setiap tahun untuk melihat sejauh mana efektivitas program itu dalam menangani kemiskinan ekstrem.
"Insyaallah selamanya. Kami mulai satu tahun ini 2024 dan kami evaluasi terus nanti 2025. Keinginannya Bapak Gubernur membantu selamanya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.