30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Proses OTT pembuang sampah liar yang dilakukan Satpol PP Bantul di Jalan Kusumanegara, Banguntapan, Bantul, beberapa waktu lalu. Hasil OTT tersebut didapati empat pelaku dan diproses yustisi sehingga para pelaku mendapat hukuman denda Rp200.000 hingga Rp400.000 oleh Pengadilan Negeri Bantul dalam sidang Tipiring, Kamis (21/3/2024) lalu./Istimewa dok.Satpol PP Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Empat orang pembuang sampah liar atau sembarangan di wilayah Bantul divonis denda Rp200.000 hingga Rp400.000 oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bantul dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring), Kamis (21/3/2024).
Keempatnya masing-masing berinisial YM, PP, BAS, dan DBS. YM didenda Rp200.000 subsider tiga hari kurungan jika denda tidak dibayar. Kemudian PP didenda Rp400.000 subsider satu minggu kurungan jika denda tidak dibayar. BAS didenda Rp200.000 subsider tiga hari kurungan. DBS juga didenda Rp200.000 subsider tiga hari kurungan.
Keempatnya terbukti telah membuang sampah sembarangan di Jalan Kusumanegara, Banguntapan, Bantul atau tepatnya di timur Jembatan Gembira Loka. Mereka dianggap melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Peraturan Daerah kabupaten Bantul Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;
Selain itu juga melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 04 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ketentraman Ketertiban Umum. "Telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Pelanggaran Pasal 47 Jo Pasal 61 Perda Bantul No 2 Tahun 2019 Tentang Tentang Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga," kata Hakim Eko Arif Wibowo dalam putusannya.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Mulai Terapkan Yustisi pada Pembuang Sampah Liar
Kepala Satpol PP Bantul, R Jati Bayubroto mengatakan keempat pembuang sampah liar yang didenda oleh hakim PN Bantul tersebut merupakan hasil dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Satpol PP dalam dua pekan terakhir di bulan Maret ini.
"Yang kena denda Rp400.000 itu yang terbukti sudah dua kali buang sampah sembarangan di lokasi yang sama. Sementara yang lainnya baru pertama kali membuang sampah di lokasi OTT," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (22/3/2024) malam.
Jati menjelaskan Timur Jembatan Gembira Loka di utara jalan memang kerap menjadi sasaran buang sampah sejak TPA Piyungan ditutup. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bantul juga sudah sering membersihkan sampah di lokasi tersebut dan memasang larangan buang sampah sembarangan.
Namun nyatanya papan larangan tidak diindahkan, sehingga pihaknya melakukan OTT pada tengah malam hingga dini hari yang menjadi waktu sasaran pelaku membuang sampah tidak apda tempatnya.
Ia meminta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya atau lokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Jati menegaskan bahwa proses yustisi atau mebawa pelaku pembuang sampah liar ke pengadilan akan terus dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Basement Transhome Sleman masih mengeluarkan asap dan bersuhu tinggi. Petugas melakukan pendinginan serta pemantauan dari luar.
PT Virgo Karya Shipping memastikan operasi salvage KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dilaksanakan Oktober 2026.
Penggunaan QRIS parkir di Sleman belum mencapai 1%. Dishub Sleman bertahap melakukan digitalisasi dan menata kantong parkir.
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 karena kondisi jasad korban berubah. Pencarian 55 korban tetap dilanjutkan.
Inggris mengalahkan Kroasia 7-0 di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol.