Advertisement
Tembakau Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Gunungkidul

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2024, angka inflasi secara year on year (y-o-y) sebesar 3,05% dengan indeks harga konsumen (IHK) 105,56.
Kepala BPS Gunungkidul, Joko Prayitno mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Advertisement
Kata dia, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,19%. Pada kelompok itu, komoditas utama penyumbang angka inflasi y-on-y pada Maret 2024, antara lain beras, buncis, cabai merah, tomat, emas perhiasan, bawang putih, gula pasir, wortel, bayam, daging ayam ras, kelapa, daun singkong, kangkung, gula merah, panci, cabai hijau, daun bawang, jeruk, pelumas/oli mesin, dan jus buah siap saji.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Soal Pramuka, Kemendibudristek: Sifatnya Sukarela
Sebaliknya, komoditas yang menyumbang deflasi y-on-y, antara lain bensin, telur ayam ras, terong, cabai rawit, bawang merah, daging sapi, pepaya, kacang panjang, air kemasan, ikan asin keranjang, ikan bandeng/ikan bolu, pasir, minyak goreng, baju kaos tanpa kerah/t-shirt pria, ikan bandeng/ ikan bolu, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ ikan gembolo/ ikan asoaso, kasur, labu siam/jipang, salak, tikar, dan besi beton.
Selain inflasi y-o-y, Joko mengatakan tingkat inflasi month to month (m-to-m) Gunungkidul pada Maret 2024 sebesar 0,29% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Gunungkidul pada Maret 2024 sebesar 0,65%.
"Inflasi month to month atau bulanan ini menghitung persentasi perubahan indeks harga konsumen bulan n dengan bulan n-1. Jadi bulan Maret terhadap Februari," kata Joko dalam rilis video.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Tersangka Kasus Kekerasan PPDS Undip Sudah Ditetapkan dan Segera Diadili
Advertisement

Asyiknya Interaksi Langsung dengan Hewan di Kampung Satwa Kedung Banteng
Advertisement
Berita Populer
- PHRI Bantul Minta Penginapan dan Restoran Tak Berizin Ditertibkan
- Raih WTP 10 Kali Berturut-turut, Bupati Gunungkidul: Komitmen Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel
- Sejumlah Kapanewon di Kulonprogo Butuh Tambahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
- Rencana Wajib Pelampung di Kawasan Pantai DIY, Pemda Himpun Masukan Warga
- 90 Persen Dispensasi Menikah di Sleman Disebabkan Hamil di Luar Pernikahan
Advertisement
Advertisement