Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, jumlah kasus DBD pada Mei ini naik signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, tren penyebaran DBD akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari perbandingan kasus sepanjang 2024.
Ia mencatat mulai dari Januar hingga April terdapat kasus sebanyak 108 kasus warga Sleman terjangkit DBD. Adapun Mei malah semakin meningkat karena sudah ada 199 warga yang terjangkit DBD.
“Ada kenaikan yang signifikan,” kata Yuli, sapaan akrabnya, Rabu (22/5/2024).
Adanya anomal ini, ia mengakui langsung menerjunkan tim penyelidikan epidemiologis. Pasalnya, perkembangbiayakan nyamuk Aedes Aegepty banyak terjadi di musim hujan, tapi saat ini ada kecenderungan, meski sudah masuk musim kemarau.
“Sedang kami lakukan evaluasi agar kasus bisa dikendalikan,” katanya.
BACA JUGA: DBD Mulai Merajalela di DIY, Ini Dia Strategi Dinkes
Meski demikian, Yuli mengakui untuk tingkat fatalitas masih relative terkendali. Hal ini dikarenakan hingga sekarang baru ada satu warga asal Kapanewon Sleman dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit DBD.
“Korban meninggal baru satu dan mudah-mudahan tidak ada lagi,” katanya.
Kasus DBD saat ini juga sudah melampuai kejadian di 2023 dengan jumlah 146 kasus. Adapun korban meninggal dunia, tahun lalu juga ada satu orang.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, upaya sosialisasi terhadap pencegahan DBD terus dilakukan. Salah satunya melalui Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) dengan melibatkan kader-kader Kesehatan di Tingkat kalurahan.
“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting dalam upaya menjaga Kesehatan sehingga tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Selain itu, untuk mengurangi risiko terjangkit juga dilakukan upaya Gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Ia berpendapat, Masyarakat sudah mengetahui cara penanggulangan mulai dengan menutup tempat-tempat wadah air, menguras hingga mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Ini penting agar pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD bisa terus ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
DPRD DIY siapkan Raperda perlindungan karst yang lebih luas, mencakup seluruh ekosistem dari ancaman pembangunan hingga pertambangan. Simak detailnya di sini.
Bolehkan berkurban meski belum aqiqah? Ini penjelasan hukum Islam bahwa kurban dan aqiqah adalah ibadah berbeda.
BTS dipastikan konser di GBK Jakarta 26–27 Desember 2026 dalam tur dunia ARIRANG dengan tiket mulai Rp1,8 juta.
Arema FC dan PSIM Jogja rilis susunan pemain jelang laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Kanjuruhan Malang.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.