Hari ke-10 SAR KM Virgo Transport 8, 3 Jasad Ditemukan
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Sejumlah anggota Komisi B DPRD Bantul saat meninjau kolam ikan lele yang dikelola oleh Omah Lele di lahan bekas Pavajo, Senin (28/11/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Para pembudidaya ikan diminta efisien dalam memanfaatkan air saat memasuki musim kemarau. Imbauan itu disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP DIY Suwarto di Yogyakarta, Kamis (30/5/2024), mengatakan selama kemarau para pembudidaya ikan, khususnya lele atau nila tidak perlu terlalu sering mengganti air kolam.
"Memasuki kemarau ketersediaan air harus selalu diperhatikan. Harus lebih efisien dan efektif pengelolaannya," kata dia.
Meski tidak rutin mengganti air kolam, menurut Suwarto, pembudidaya ikan di DIY dapat menerapkan teknologi kincir sehingga sirkulasi serta kadar oksigen pada air tetap terjaga.
Selain itu, lanjut dia, kepadatan ikan pada kolam perlu dikendalikan agar kualitas air tidak cepat menurun.
Dia mengatakan efisiensi pemanfaatan air juga dapat diterapkan dengan tidak serta merta membuang air limbah kolam budidaya.
Menurut Suwarto, air limbah kolam ikan masih bisa digunakan untuk pengairan lahan pertanian, apalagi banyak kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
BACA JUGA: Sejumlah Kapanewon di Sleman Masuki Musim Kemarau
"Air kolam ikan budidaya jangan sampai terbuang sia-sia karena bisa diintegrasikan dengan tanaman pertanian," ujar dia.
Memasuki musim kemarau, Suwarto juga meminta para pembudidaya ikan di DIY menerapkan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) sehingga ikan terhindar dari bakteri seperti aeromonas hydrophila yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya pada ikan.
"Yang penting kita menerapkan pencegahan sebab kalau sampai terkena wabahnya akan lebih sulit mengobati," kata dia.
Dengan efisiensi penggunaan air disertai penerapan CBIB, Suwarto optimistis target produksi ikan budidaya yang dicanangkan mencapai 97.468 ton pada 2024 akan tercapai.
Dia juga meyakini potensi kekeringan saat musim kemarau tidak akan signifikan mempengaruhi produksi ikan budidaya di DIY sebab sebagian besar menggunakan sumber air sumur bor.
Menurut dia, kekeringan saat kemarau panjang bisanya hanya berpengaruh pada budidaya ikan yang memanfaatkan saluran irigasi.
Suwarto menyebut dari seluruh pembudidaya ikan di DIY yang jumlahnya mencapai lebih dari 41.482 orang, yang memanfaatkan air irigasi untuk produksi ikan hanya 5 sampai 10 persen, selebihnya menggunakan sumber air sumur bor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.