Sleman Andalkan Beasiswa Sleman Pintar Putus Rantai Kemiskinan
Pemkab Sleman mengandalkan tiga strategi pengentasan kemiskinan, termasuk Beasiswa Sleman Pintar untuk mencetak satu sarjana dari setiap keluarga miskin.
Petani cabai di Gadingsari, Sanden, Bantul memanen cabai di lahan pertaniannya, Rabu (7/6/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Panen cabai besar, teropong, dan keriting selama triwulan pertama 2024 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan panen cabai mengalami penurunan sebesar 608,28 kuintal atau 60.828 kilogram (kg).
Total produksi cabai ketiga jenis itu selama triwulan pertama tahun ini mencapai 561,68 kuintal. Produksi cabai keriting paling banyak mencapai 254,24 kuintal.
“Tahun ini tidak ada program peningkatan produktivitas cabai. APBN juga hanya fokus untuk padi, jagung, dan lainnya,” kata Raharjo dihubungi, Jumat (7/6/2024).
Apabila produksi itu dirinci per bulan, maka produksi cabai besar pada Januari yaitu 86,29 kuintal, Februari 98,75 kuintal, dan Maret 95,8 kuintal. Jumlah ini turun 51,99% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lalu, produksi cabai teropong pada Januari yaitu 0 kuintal, Februari 6,3 kuintal, dan Maret 20,3 kuintal. Jumlah ini turun 75,37% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemudian, produksi cabai keriting pada Januari yaitu 86,29 kuintal, Februari 92,45 kuintal, dan Maret 75,5 kuintal. Jumlah ini turun 46,70% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berbeda dengan ketiga jenis itu, produksi cabai rawit justru mengalami kenaikan sebesar 20,20% dibandingkan tahun sebelumnya atau ada pertambahan 1.057,51 kuintal.
Adapun total produksi cabai rawit mencapai 6.293,44 kuintal dengan rincian pada Januari mencapai 1.646,59 kuintal, Februari 2.461,11 kuintal, dan Maret 2.185,74 kuintal.
BACA JUGA: Tumpukan Sampah di Depo dan Jalan, Imbas Belum Optimalnya TPS 3R
Sebelumnya, Subkoordinator Sarana dan Prasarana Perkebunan dan Hortikultura DPP Gunungkidul, Eni Wijayanah mengatakan jawatannya telah memberikan sebanyak 16 cultivator ke 16 kelompok tani (KT), Maret 2024.
KT yang mendapat cultivator merupakan kelompok yang fokus pada sektor pertanian perkebunan dan hortikultura. Pemberian alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian.
Senada dengan Eni, menurut Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi, alat produksi pertanian yang diberikan merupakan wujud bantuan agar KT dapat mengoptimalkan proses pengolahan tanah, terutama untuk komoditas hortikultura dan perkebunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengandalkan tiga strategi pengentasan kemiskinan, termasuk Beasiswa Sleman Pintar untuk mencetak satu sarjana dari setiap keluarga miskin.
PDIP Sleman memperingati Kudatuli dengan diskusi dan teatrikal untuk mengenalkan sejarah demokrasi serta semangat Reformasi kepada Gen Z.
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Pemasangan balok girder Tol Jogja-Solo di dekat RS Panti Rini disertai rekayasa lalu lintas. Polisi memastikan arus Jalan Solo-Jogja tetap lancar.
Bocoran iPhone 18 Pro dan Pro Max mengungkap kamera variable aperture, chip 2 nm, baterai lebih besar, hingga perkiraan harga.