Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Arsip-Petugas melakukan ramp check pada bus yang datang dan berangkat di Terminal Tipe A Giwangan, Kamis (21/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan Sleman meningkatkan pengawasan terhadap operasional bus pariwisata, jelang musim liburan sekolah. Langkah ini sebagai upaya antisipasi mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan anak sekolah.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana mengatakan, pasca-kecelakaan maut yang melibatkan anak sekolah mengakibatkan adanya sorotan terhadap kegiatan study tour. Di sisi lain, Kabupaten Sleman yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit maka pihaknya berkewajiban untuk memastikan kegiatan studi tour berjalan dengan baik.
Oleh karena itu, sambung dia, telah dilakukan langkah-langkah keamanan, khususnya menyangkut dengan armada bus pariwisata. Upaya dilakukan dengan menggalakkan kegiatan ramcek armada guna memastikan layak jalan sehingga risiko kecelakaan dapat dikurangi.
“Sasarannya tidak hanya PO di Sleman, tapi juga menyasar bus pariwisata yang datang ke Sleman. Untuk PO di Sleman, ramcek dilakukan dengan mendatangi garasi, sedangkan bus luar daerah pengecekan dilakukan di area wisata,” kata Arip kepada wartawan, Kamis (13/6/2024).
Hingga Juni ini sudah ada pemeriksaan 291 bus pariwisata yang dipergunakan studi tour oleh 116 sekolah. Adapun hasilnya terdapat tiga bus yang dinyatakan tidak layak jalan sehingga harus diganti dengan armada lain.
“Tidak ada toleransi karena kalau tidak layak, maka harus diganti dengan armada yang lain,” katanya.
BACA JUGA: Tegas! Study Tour dan Outing Class Sekolah di Sleman Harus Seizin Pemkab
Selain menggalakan kegiatan ramcek terhadap armada pariwisata, Arip juga membuat imbauan ke Masyarakat atau sekolah. Sebelum melaksanakan kegiatan studi tour atau wisata lainnya, ada baiknya mengecek armada yang akan digunakan.
Pengecekan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Untuk status Perusahaan, bisa diakses melalui laman spionam.dephub.go.id. sedangkan untuk armadanya bisa ditelusuri melalui aplikasi Mitra Darat.
“Bisa diketahui semua lewat aplikasi sehingga bisa jadi refernsi saat akan menggunakannya,” kata Arip.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Sleman, Marjanto menambahkan, kegiatan ramcek kendaraan merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Sasaran tidak hanya untuk bus pariwisata, tapi juga dilakukan terhadap armada jip wisata di Kaliurang maupun Kawasan Breksi.
Dia mencontohkan, jelang Lebaran dilakukan pemeriksaan terhadap 821 unit jip wisata. Adapun hasilnya yang dinyatakan layak jalan dengan memeroleh stiker hijau sebanyak 658 unit, 124 unit dalam perbaikan. “Untuk yang tidak layak ada 39 unit. Ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan saat berwisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.