Starting XI Final Championship PSS vs Garudayaksa: Riko-Andik Starter
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Siswa Sekolah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana menjelaskan tidak ada sekolah di Sleman yang mengalami regrouping atau tutup di Sleman tahun ini. Dari jenjang TK/PAUD, SD dan SMP tidak ada sekolah yang harus di-regrouping di Sleman. Malahan pada jenjang PAUD, Disdik Sleman mendapatkan banyak sekali permintaan izin pendirian PAUD baru.
Tindakan regrouping terakhir dilakukan Disdik Sleman pada tahun 2020. "Regrouping enggak ada, yang tutup juga kebetulan tidak ada," tegasnya pada Selasa (18/6/2024).
Kendati tak ada sekolah yang mengalami regrouping atau tutup tahun ini, Ery tak menampik adanya sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan murid. Namun kekurangan murid ini tak serta merta dibarengi dengan regrouping atau penutupan sekolah. Disdik menimbang banyak hal, seperti masih dibutuhkan sekolah tersebut oleh warga hingga faktor jarak sekolah bila nanti harus diterapkan regrouping.
"Walaupun sedikit dan jauh dari sekolah kalau di-regrouping ya itu tetap kita pertahankan untuk memberikan fasilitas masyarakat sekitar itu," tegasnya.
Jadi tidak asal, asal siswanya sedikit lantas di-regrouping. Namun juga melihat kebutuhan warga kata Ery.
BACA JUGA: Regrouping Sekolah di Gunungkidul Terus Dilanjutkan
"Melihat kebutuhan warga, akses warga, jangan sampai dengan regrouping nanti semakin jauh. Walaupun di sekitar situ anak usia sekolahnya sedikit tapi kalau di-regrouping kok menjadi jauh ya lebih baik kita pertahankan untuk memberikan layanan akses pendidikan," tandasnya.
Paling tidak sekolah yang kekurangan siswa tadi memiliki lebih dari 50 murid di satu sekolahnya. Sekolah-sekolah tersebut masih mendapat tambahan murid setidaknya 10 siswa tiap tahunnya.
Kekurangan sekolah ini murni karena jumlah anak usia sekolah yang tidak banyak pada suatu wilayah. Ery menambahkan daya tampung SD di Sleman mencapai 19.000 siswa namun lulusan TK yang hendak masuk ke SD hanya sekitar 13.500. Untuk jenjang SD dan SMP, jumlah daya tampung lebih banyak ketimbang lulusan yang ada.
"Nanti kalau memang nanti ada sekolah yang ke depan siswanya minim sekali baru akan kita evaluasi melihat letak geografis dan kebutuhan masyarakat di situ. Jadi kajiannya sampai di situ tidak hanya sekadar jumlahnya sedikit," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.