11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul telah mengirim bantuan/droping air bersih sebanyak 40 tangki selama 5,5 bulan terakhir ke tiga kalurahan di Gunungkidul. Bantuan air masih akan diberikan hingga Oktober 2024.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan droping air dilakukan sejak awal Juni 2024. Tiga kalurahan yang menjadi sasaran penyaluran air bersih antara lain Kalurahan Tepus dan Giripanggung di Kapanewon Tepus; dan Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang.
BACA JUGA : Kemarau Panjang, 23 Kalurahan di Kulonprogo Rawan Kekeringan
Setiap satu armada membawa tangki berkapasitas 5000 liter, sehingga total 200 ribu liter air yang disalurkan untuk tiga kalurahan tersebut. Droping air ini mendasarkan pada permintaan masing-masing kalurahan. Terdiri atas Kalurahan Girisuko, BPBD menyalurkan bantuan di Padukuhan Temuireng I, II, dan Gebang dengan 20 tangki atau 100 ribu liter (lt). Lalu di Tepus 16 tangki atau 80 ribu liter dan Giripanggung dengan delapan tangki atau 40 ribu liter.
Purwono menjelaskan droping tersebut dilakukan atas permintaan warga. Setelah ada permintaan, BPBD perlu mengecek lokasi dan kapasitas bak penampungan sebelum mengedrop.
Bantuan air diberikan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan. Kriterianya mengacu pada wilayah yang tidak memiliki sumber air atau belum ada jalur air bersih. Di Padukuhan Trosari I, Kalurahan Tepus saja masih belum ada PDAM untuk air bersih. Situasi ini menyebabkan warga harus membeli air dari pihak swasta.
"Warga di Trosari I akhirnya membeli air bersih dari pihak swasta. Mereka beli sudah sejak dua bulanan ini. Harga air bersih per satu tangkinya Rp120 ribu sampai Rp150 ribu," kata Purwono dihubungi, Selasa (18/6/2024).
BACA JUGA : Produktivitas Lahan Pertanian di Bantul Terancaman Bencana Kekeringan
Setelah BPBD Kabupaten Gunungkidul berkoordinasi dengan BPBD DIY dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mereka memperkirakan musim kemarau akan terjadi hingga Oktober 2024.
Meski begitu, dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menyediakan bantuan 1.000 tangki air atau 5 juta liter air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.